Pengunjung CFN Palembang Membludak, UMKM Ramai Pembeli

Suasana CFN di Jalan Kolonel Atmo, Sabtu (18/4/2026) (Foto WongKito.co/Magang/Echa C Zahira)

PALEMBANG, WongKito.co — Car Free Night (CFN) yang berlangsung di kawasan Jalan Kolonel Atmo, Kota Palembang, menjadi destinasi hiburan dan wisata pada setiap malam minggu. Diluncurkan pada, Sabtu (18/4/2026) 
CFN dipadati pengunjung bahkan hingga tampak membludak.

Sejak sore hingga malam hari, kawasan tersebut dipadati warga yang datang untuk menikmati suasana malam bebas kendaraan. Tak hanya berburu kuliner, banyak pengunjung yang memanfaatkan momen ini untuk bersantai bersama keluarga maupun teman. Deretan tenan kuliner dan pelaku usaha lokal turut meramaikan kegiatan, menciptakan atmosfer yang hidup dan penuh energi.

Salah satu penjual kopi, Yudi (48), mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat pada minggu kedua ini jauh lebih tinggi dibandingkan saat pertama kali CFN digelar.

“Ini kan minggu kedua berlangsungnya CFN, jauh lebih ramai dari minggu pertama. Artinya antusiasme warga tinggi. Walaupun cuaca hari ini sedikit kurang bersahabat, yang datang tetap banyak, bahkan terasa lebih dari minggu lalu,” ujarnya.

Baca Juga:

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap CFN menunjukkan bahwa kegiatan ini diterima dengan baik dan memiliki tempat tersendiri di hati warga Palembang.

“Artinya sangat antusias terhadap keberadaan atau eksistensi CFN ini di mata masyarakat Kota Palembang,” tambahnya.

Tak hanya menjadi ruang hiburan, CFN juga dinilai membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran berbagai tenan dan aktivitas pendukung membuka peluang penghasilan tambahan, baik bagi pelaku usaha maupun warga setempat.

“Harapannya perekonomian, khususnya warga Kota Palembang dan pelaku usaha, bisa berkembang. Ada dampak juga bagi warga sekitar, seperti tukang parkir dan yang membantu bongkar pasang tenda. Jadi mereka lebih produktif. Yang tadinya mungkin belum ada pekerjaan sampingan, sekarang jadi ada,” jelas Yudi.

Ia menambahkan, seluruh aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut secara tidak langsung turut memberdayakan masyarakat lokal.

“Semua di sini jadi memberdayakan masyarakat sekitar. Jadi bagus kalau dilihat dari dampak ekonominya,” tutupnya.

Ramai dan Seru

Sementara itu, salah satu pengunjung, Zaki (23), mengaku datang bersama teman-temannya untuk menikmati suasana CFN yang dinilainya berbeda dari biasanya.

“Seru banget, suasananya ramai dan banyak pilihan makanan. Walaupun tadi sempat gerimis, tapi nggak mengurangi minat pengunjung untuk datang. Justru makin ramai,” kata Zaki.

Ia berharap kegiatan seperti CFN dapat terus digelar secara rutin sebagai alternatif hiburan masyarakat sekaligus ruang interaksi sosial.

“Semoga ke depannya bisa terus ada dan makin ramai, karena ini jadi tempat nongkrong yang asik dan juga bisa bantu pelaku UMKM,” ujarnya.

Hidupkan Pelaku Usaha Mikro

Di sepanjang bagian Jalan Kolonel Atmo yang menjadi lokasi CFN, terdapat bentangan tenda-tenda untuk para pelaku UMKM menjajahkan dagangannya. Berbagai macam jajanan tradisional maupun kekinian menghiasi tenda-tenda tersebut.

Evan adalah salah seorang pedagang yang menjual, pempek dan minuman.  "Saya menjual pempek dengan harga dibanderol Rp20.000 per porsi," kata dia.

Tak hanya pempek, beragam minuman juga dijual Evan, dengan omzet tak kurang dari Rp400.000 disaat CFN.

"CFN ini sangat menghidupkan UMKM," Ujarnya.

Sementara Nita salah seorang pedagang mengaku penjualannya meningkat sejak minggu kemarin sehingga ia harus menambahkan produk penjualan.

"Jualan kami cepat habisnya,  jadi sangat bersyukur," ujarnya.

Nita menjual produk makanan, seperti nasi dan es teh yang dibanderol mulai Rp5.000 untuk es teh dan Rp15.000 untuk nasi. Modal yang disiapkannya mencapai satu juta dan bisa mendapatkan omzet hingga dua kali lipat.

"Omzet malam ini meningkat lebih dari minggu kemarin," kata dia.

Meskipun begitu, perempuan 52 Tahun ini juga mengeluhkan kondisi pelayanan yang dinilai masih kurang.

"Ketika kami datang, tendanya harusnya sudah disiapkan, tapi ternyata belum," ungkap Nita.

Menurutnya hal ini bisa sangat menganggu apalagi jika cuaca sedang tidak bersahabat.

"Kami mengharapkan kedepannya untuk masalah tenda lebuh diurus dan kedepannya semoga pelayanan lebih ditingkatkan," kata dia lagi.(Magang/Echa C Zahira/Siti Sundari)

Tags UMKMCFN PalembangBagikan

Related Stories