Penjualan Online Sayuran Organik Meningkat Selama Pandemi COVID-19

Selada organik yang ditanam secara hidroponik

PALEMBANG, WongKito.co - Penjualan online sayuran organik selama Pandemi COVID-19 mengalami peningkat sehingga pembeli terpaksa memesan lebih awal untuk mendapatkan beragam sayuran yang diinginkan, seperti selada dan pokcoy.

"Penjualan sayuran organik semakin meningkat, karena sejak ditetapkan Status Darurat COVID-19 banyak warga yang tidak lagi keluar rumah, bertransaksi online jadi pilihan," kata Herlia yang menjual beragam sayuran organik yang ditanam secara hidroponik, di Palembang, Sabtu (30/5).

Menurut dia, sayuran organik yang ditawarkannya tersebut benar-benar segar dan baru dipanen.

"Sepekan hanya dua kali panen sayuran karena itu pembeli terpaksa memesan lebih cepat agar bisa mendapatkan sayuran yang diinginkan," ujar dia.

Sayuran dengan penanaman sistem hidroponik tersebut dibudidayakan di sekitar Kota Palembang, dengan demikian kesegarannya juga sangat terjaga.

Namun karena kualitas bagus dan organik, Herlia menambahkan harganya memang lebih mahal ketimbang komiditi sama yang dijual di pasar tetapi tidak mengurangi peminat membeli sayuran tersebut.

Dia menjelaskan, untuk satu kemasan sayuran mulai dari selada, pokcoy, kailan, bayam dan beragam jenis lainnya dijual Rp15 ribu per bungkus.

Selain menjual sayuran, dia mengatakan juga menawarkan beragam buah segar yang jarang ditemui di pasar tradisional maupun mal, seperti buah leci dan ceri.

"Buah-buahan tersebut dipasok dari luar negeri tetapi telah melalui ketentuan standar kesehatan dan perdagangan untuk bisa dijualbelikan di Palembang," ungkap dia.(nef)

 

Bagikan

Related Stories