Ekonomi, Fintech & UMKM
Penyaluran Kredit Terkoreksi Turun, BI Sebut Perbankan Dorong Perkembangan UMKM
PALEMBANG, WongKito.co - Terhentinya kegiatan usaha yang berdampak pada menurunnya pertumbuhan ekonomi sampai kini masih terjadi. Tak hanya satu dua pelaku usaha yang terpaksa menghentikan kegiatannya akibat pandemi COVID-19.
Karena itu, berdampak secara multi sektor termasuk penyaluran kredit perbankan yang tergTak optimalnya kegiatan
Dalam kesempatan penandatanganan penyaluran kredit BNI Palembang untuk perkebunan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan Hari Widodo menjelaskan hingga kini panyaluran kredit mengalami penurunan signifikan.
"Penurunan paling drastis terjadi pada sektor usaha pertambangan yang terkoreksi hingga Rp30,57 persen. Hal ini mengambarkan dampak luar biasa akibat pandemi pada usaha yang termasuk cukup besar di Sumatera Selayan," kata dia, kemarin.
Karena itu, dia menambahkan sangat realistis kalau perbankan kini lebih fokus mendorong pertumbuhan ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah yang notabene kegiatan usahanya masih bertahan saat ini.
Perubahan segmen pembiayaan ini, tentu akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dengan andilnya pelaku usaha mikro dan kecil sebagai garda terdepan membangkitkan perekonomian, kata dia.
Hari mengungkapkan, secara umum meskipun sektor pertambangan yang paling tinggi koreksi pembiayaan perbankan. Namun, sektor konstruksi juga turun hingga 12 persen, pertanian 2,8 persen, dan pengolahan produk jadi 2,09 persen.
"Kondisi tersebut diharapkan segera bisa berubah dengan kebangkitan semua sektor ekonomi di era tatanan baru," ujar dia.
Pimpinan BNI Wilayah Palembang, Sunarna Eka Nugraha mengatakan, meskipun sektor pertanian dan perkebunan pembiayaan mengalami penurunan, tetapi upaya mendorong eksistensi terus didorong melalui penyaluran kredit, seperti penandatangan tripartit yang telah dilakukan dengan perusahaan perkebunan sawit, baik inti, plasma, dan koperasi.
"Kami menyalurkan pembiayaan sebesar Rp107 miliar kepada PT Sentosa Agri Prima," kata Sunarna.
Penyaluran kredit tersebut menjadi langkah untuk mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi.
Prinsipnya semua nasabah diberikan layanan optimal, tetapi saat ini UMKM memang menjadi sasaran pembiayaan mengingat usaha perdagangan dan kuliner yang menjadi mayoritas terus berkembang meskipun pandemi. (ert)
#payopakemasker

