Ragam
Pertamin Bekali Jurnalis Sumsel Ilmu Basic Safety dan Evakuasi
PALEMBANG, WongKito.co - HSE Training Center (HSE TC) Sungai Gerong berkolaborasi dengan Communication, Relations & CSR Refinery Unit III Plaju dan Regional Sumbagsel memberikan edukasi kepada para jurnalis di Sumatera Selatan mengenai pengetahuan dan teknik dasar Keselamatan dan pertolongan pertama (rescue).
Kegiatan bertajuk Basic Safety for Journalist ini pertama kalinya diadakan HSETC sebagai upaya membekali insan pers yang berpartisipasi sebanyak 25 orang dari berbagai media massa.
Manager HSE TC Sungai Gerong, Wahyudi, dalam sambutannya menekankan bahwa profesi jurnalis memiliki risiko kerja yang tinggi, terutama saat meliput di lokasi-lokasi ekstrem atau area operasional.
Baca juga:
- Forum Lintas Asosiasi Jasa Konstruksi Sumsel Resmi Dibentuk
- Pemerintah Mulai Merangkul Ekosistem New Media, Apa Dampaknya?
- Gajah dan Harimau Mati, Saatnya Status Bentang Seblat Naik Jadi Suaka Margasatwa
"Aspek safety sangat krusial. Pelatihan ini dirancang secara komprehensif untuk memberikan pemahaman yang mungkin tidak didapatkan di tempat lain. Kami ingin para jurnalis tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga membangun mindset keselamatan yang kuat dalam setiap penugasan," tegas Wahyudi.
Materi pelatihan dipandu langsung oleh instruktur utama, Haddy Achmad Chalidi. Ia memaparkan bahwa pemahaman mengenai pengendalian bahaya dasar adalah fondasi untuk menciptakan operasional kerja yang prima dan excellent.
"Kami ingin mengekspos pemahaman basic safety kepada rekan-rekan jurnalis agar mereka lebih peka terhadap potensi bahaya di sekitarnya. Dengan kesadaran ini, risiko kecelakaan saat peliputan dapat diminimalisir," jelas Haddy belum lama ini.
Selain mendapatkan teori, peserta juga mengikuti sesi praktik lapangan yang dipandu oleh Asisten Instruktur, Priyadi Gunawan (akrab disapa Koko). Peserta dilatih menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta fire blanket untuk menangani kebakaran skala kecil.
"Seringkali masyarakat salah langkah, seperti menyiram air ke api yang bersumber dari minyak saat memasak, yang justru memperbesar api. Di sini, jurnalis kami ajarkan teknik penanganan yang benar dan aman," ungkap Priyadi.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk para profesional media yang tugas hariannya mengandung risiko keselamatan tinggi di lapangan. Wahyudi berharap, pembekalan ini memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Selatan.
"Melalui jurnalis sebagai agen edukasi, kami berharap informasi mengenai keselamatan ini dapat tersampaikan ke masyarakat luas. Jika terjadi insiden darurat, kita semua sudah memiliki kesiapan untuk menghadapinya," tutup Wahyudi.
Sementara Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR RU III, Perliansyah mengatakan, Kilang Plaju senantiasa merangkul jurnalis dalam upaya menyebarkan informasi positif dan mengedukasi publik tentang Pertamina, baik aspek operasional, bisnis, maupun budayanya.
“Aspek safety menjadi budaya perusahaan yang senantiasa kita komunikasikan tidak hanya di internal, namun juga menjangkau elemen yang lebih luas, termasuk elemen jurnalis yang aktif berkontribusi positif dalam memperluas akses informasi di masyarakat,” ujar Perliansyah.
Dengan adanya pelatihan ini, Pertamina melalui Kilang Plaju HSE TC Sungai Gerong berkomitmen untuk terus konsisten dalam menyebarkan budaya keselamatan kerja di berbagai lapisan profesi dan masyarakat.
.

