Ponpes Kiai Marogan Segera Luncurkan Edu Wisata

Suasana edu wisata

PALEMBANG, WongKito.co -  Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz dan Sekolah Alam Kiai Marogan Palembang, akan meluncurkan program Edu Wisata menyambut HUT ke-10 lembaga pendidikan tersebut.

 

Pembina Yayasan Ponpes Tahfidz Kiai Marogan, Ustadz H Ahmad Fauzan Yayan yang akrab dipangil Ustadz YanMa, menyebutkan peluncuran Edu Wisata ini sebagai salah satu edukasi santri, untuk membentuk karakter santri yang kreatif dan mandiri, terutama untuk menciptakan santripreuner.

 

“Sesuai misi kita, menjadi sebuah pesantren yang santripreneur mencontoh Kiai Marogan, seorang ulama yang juga pengusaha sukses,” tegas Yayan, dalam siaran yang disampaikan, kemarin.


Dia menjelaskan, Edu Wisata yang akan diluncurkan, Minggu (19/7), diantaranya outbond, memanah, flying fox, rumah baca, menanam aquaponik, peternakan lele dan kambing.

 

“Peluncuran program ini, untuk menciptakan iklim pesantren yang lebih kreatif dan edukatif. Oleh sebab itu, pengurus menyajikan aneka wahana wisata edukasi," ujarnya.


Sementara Peluncuran Edu Wisata, menurut Penulis Buku “Kun Yusuf Mansur” ini, sekaligus untuk memperingati HUT ke-10 Pesantren Tahfidz Kiai Marogan Palembang, sejak diresmikan oleh Ustad Yusuf Mansur di Masjid Kiai Marogan Palembang sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 10 Juli 2010.


Diantara rangkaian acara itu, menurut dia, panitia juga akan menggelar tasyakuran, pengajian ibu-ibu majelis ta’lim, berbagai lomba, potong tumpeng, khataman Al-Quran para santri Rumah Tahfidz se- Palembang.

 

Diantara perlombaan yang disiapkan, seperti lomba mancing, lomba balap perahu, lomba nasyid. Kegiatan ini akan melibatkan warga sekitar, rumah-rumah tahfidz se-Palembang, tokoh agama, dan masyarakat umum lainnya.

 

“Khusus pada khataman Al-quran, para snatri dan ustadz sekaligus untuk mendoakan kebaikan bagi bangsa dan negara ini, agar menjadi bangsa yang baik dan bermartabat di Allah dan dan dimata dunia,” tegasnya.

 

Sementara pengembangan Pondok Tahfidz dan Sekolah Alam Kiai Marogan yang berada di area sekitar 1,5 hektar.

Di lahan tanah wakaf itu, selain difungsikan untuk asrama dan sarana belajar santri untuk menghafal Al-Quran dan Sekolah Alam, sebagian lahannya dikelola secara produktif menjadi kawasan wisata edukatif, melalui program Edu Wsiata.

 

Upaya pengembangan area pondok dengan mengelola Edu Wisata ini, menurut Ustadz YanMA, tidak lepas dari besarnya operasional pondok yang mengelola dan menampung santri yatim dhuafa.

 

Diharapkan melalui program ini, pesantren tidak selalu tergantung kepada para donatur, tetapi ke depan bisa lebih mandiri, dan bisa tetap bisa hidup dan menghidupi santri dan ustadznya dengan usaha-usaha pondok, slah satunya melaui Edu Wisata ini.


“Saya dan pengurus sangat menyadari, besarnya biaya operasional pesantren yang mayoritas terdiri dari anak yatim dhuafa. Oleh sebab itu pihak pengurus berikhtiar mengembangkan wakaf produktif usaha Pondok Marogan, diantaranya melalui Edu Wisata, agar kelak pesantren punya sumber dana yang kita kelola, selain dari para donatur,” tegasnya.(ril)

Bagikan

Related Stories