Ekonomi, Fintech & UMKM
Produksi Stabil, Penjualan Normal Kabar Baik dari Sentra Perkebunan Kelapa Banyuasin
PALEMBANG, WongKito.co - Di masa pandemi COVID-19 hampir semua sektor usaha terkena imbas akibat rendahnya daya beli masyarakat terhadap beragam produk. Namun tidak dengan komoditi kelapa sampai kini produksi stabil dan penjualan pun berjalan normal.
"Permintaan kelapa di pasar lokal maupun ekspor masih stabil setidaknya 45 ribu ton setiap bulan dipasok dari sentra perkebunan kelapa Kabupaten Banyuasin," kata
Wakil Ketua
DPN Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo), kepada WongKito.co, Kamis (17/9).
Meskipun begitu, Asri menambahkan diawal pandemi sempat terjadi penurunan permintaan kelapa dan harganya pun hanya Rp1.200 per butir.
Namun, pascadihentikannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kebutuhan kelapa semakin meningkat dan harganya pun stabil Rp2.000 sampai Rp2.400 per butir. Bahkan, harga sempat melejit sampai Rp3.000 per butir akibat tingginya kebutuhan kelapa masyarakat Jakarta dan sekitarnya, tambah dia.
Dia menjelaskan, di Kabupaten Banyuasin luas lahan perkebunan kelapa milik rakyat mencapai 60.000 hektare.
Daerah yang menjadi sentra produksi kelapa adalah Kecamatan Muaratelang, Sumber Marga Telang, Banyuasin II, Makarti Jaya, Air Sale dan Muara Sugihan, Karang Agung serta Pulau Rimau, ujar dia.
Selain memenuhi kebutuhan kelapa di pasar lokal, Asri mengungkapkan kelapa juga diekspor kesejumlah negara, seperti Thailand dan China.
Khusus untuk ekspor dia mengatakan saat ini regulasi yang diterapkan telah disosialisasikan secara masif sehingga pengepul dan petani pun mengerti apa yang diinginkan pembeli luar negeri terkait dengan kualitas produk.
Hal itu, tentu sangat berkaitan dengan semakin tahunya petani mengutamakan kualitas komoditi, meskipun bukan hanya pasar ekspor tetapi pasaran lokal pun diberlakukan sama untuk menjual kelapa yang memang memenuhi keinginan pembeli, kata dia.(ert)

