Ratu Dewa Siapkan Rumah Dinas Walikota jadi Rumah Rakyat, Simak Yuk Sejarah Kawasan Heritage Talang Semut

Rumah Dinas Walikota Palembang (Istimewa)

PALEMBANG, WongKito.co - Pascadilantik sebagai Penjabat Walikota Palembang, Ratu Dewa mengungkapkan akan menjadikan rumah dinas yang  berada di Jalan Tasik kawasan Talang Semut menjadi Rumah Rakyat.

"Saya ingin rumah dinas menjadi rumah rakyat," kata Ratu Dewa, Selasa (3/10/2023).

Untuk itu, dalam waktu dekat akan dimulai dilakukan penataan taman dan aksesoris lingkungan di rumah dinas wali kota tersebut, agar warga dan tamu yang berkunjung merasa nyaman.

Ia berharap, taman dan spot-spot foto menarik akan menjadi tempat bagi anak-anak muda untuk berfoto dan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan positif.

"Karena itu, saya ingin rumah dinas ini dipercantik dan diperindah," kata Dewa.

Baca Juga:

Seperti diketahui, hingga kini tidak semua orang bisa masuk atau berkunjung ke halaman rumah dinas wali kota. Ke depan, masyarakat akan diperbolehkan.

Konsep menjadikan rumah dinas sebagai "Rumah Rakyat" adalah untuk memberikan pengalaman kepada masyarakat tentang keberadaan rumah dinas wali kota.

Heritage

Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah rumah dinas yang secara kasat mata tampak sekali merupakan bangunan dengan arsitektur eropa tersebut.

Mengutip jurnal yang diterbitkan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya yang berjudul "Lalu dan Kini: Identifikasi Tatanan Kawasan Heritage di Kawasan Talang Semut Kota Palembang" Kawasan Talang Semut Kota Palembang merupakan sebuah wilayah yang berada di Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil.

Pascakedatangan Ir.Thomas Karsten pada tahun 1933 Kawasan Talang Semut mulai berubah. Kawasan tersebut disiapkan untuk permukiman orang-orang Eropa karena topografi tanahnya yang berbukit-bukit (lebih tinggi dari kawasan lain).

Ketika kebutuhan orang eropa akan permukiman di Kota Palembang mendesak, pemerintah pusat Batavia melakukan pembangunan di kawasan agak barat Kota Palembang yakni Kawasan Talang Semut yang jauh dari permukiman penduduk pribumi.

Bangunan yang sudah ada selain perumahan, juga sekolah dan gedung pertemuan.

Hasil penelitian Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Palembang melalui jurnal yang dipublikasikan menunjukkan bahwa sampai saat ini ciri khas masa lampau dengan bentuk bangunan kolonial, kolam retensi, rumah dinas Walikota,  serta penghijauan yang tertata dengan rapi dan indah merupakan simbol tersendiri terhadap kawasan ini.

Artefak bangunan kolonial dengan pola radial sebagai bukti sejarah, lebih banyak ditemukan di sepanjang jalan utama kawasan ini dibandingkan dengan kawasan lain di Palembang dengan kondisi yang terawat.

Baca Juga:

Permukiman yang tertata rapi, ketersediaan fasilitas publik, udara yang relatif bersih, kawasan yang bernilai estetika tinggi, berperan dalam pemeliharaan kesehatan warga kota Palembang.

Kawasan Heritage Talang Semut yang menjadi fokus pembahasan adalah Kambang Iwak, Bangunan Museum Tekstil, Gereja St. Maria, Gereja Siloam, dan Rumah Dinas Walikota Palembang yang kemudian akan diidentifikasi perbandingannya pada masa lalu (dalam periode waktu 2001 sampai 2010).

Namun, kajian yang dilakukan juga menemukan masih lemahnya implementasi Perda tentang pelestarian cagar budaya turut menyebabkan terjadinya kasus perubahan bentuk asli bangunan kolonial.(ert)

Editor: Nila Ertina

Related Stories