Ratusan Warga Isoman, Muba Sebar Panduan

ratusan-warga-isoman-muba-sebar-panduan
Panduan Isoman Muba (sumber: Ist)

SEKAYU,  WongKito.co - Satgas Pemkab Musibanyuasin mencatat sebanyak 212 warga setempat melakukan isolasi mandiri akibat terpapar COVID-19. Rinciannya,  183 orang ber-KTP Muba dan 39 orang luar Muba.

Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS menyebutkan penyembuhan pasien terindikasi (suspek) atau terkonfirmasi positif COVID-19 melalui isolasi mandiri di rumah dapat dilakukan dengan efektif jika pasien melakukan panduan yang mengacu pada penerapan protokol kesehatan.

"Kami telah menyebarkan panduan terkait dengan Isoman yang kini dilakukan warta yang positif COVID-19," ujar Kadinkes dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan, kelurahan serta Isolasi Mandiri (Isoman Care) di Kabupaten Muba yang dipimpin Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi secara virtual, di Ruang Rapat Serasan Sekate, Kamis (22/7/2021).

Dia menegaskan yakinlah bahwa itu warga yang terpapar jika sudah Isoman 10 hari sudah hilang virusnya.

Namun, memang harus mengikuti panduan yang telah disebarkan, katanya. 

Kemudian dr Azmi memaparkan kondisi terkini perkembangan COVID-19 dan upaya yang akan dilakukan di kabupaten Muba peta zonasi risiko bahwa saat ini status Kabupaten Muba telah menurun dari resiko tinggi ke sedang.

"Artinya segala upaya yang kita lakukan sudah menunjukkan hasil. Untuk itu kami ucapkan terima kasih ke satgas kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa. Tapi kita harus tetap waspada karena varian virus yang baru sudah masuk," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Sekda  Muba Drs H  Apriyadi MSi mengatakan mengenai status Kabupaten Muba, berada di status Zona Orange baru turun dari Zona Merah, yang artinya semua kegiatan yang mengundang kerumunan masih belum di perbolehkan.

Dikatakannya rakor tersebut fokus memberikan petunjuk isolasi mandiri bagi masyarakat terpapar COVID-19 yang perlu dibantu dan dilindungi.

"Kita ingin di semua wilayah hukum Muba, bagi yang terkonfirmasi positif kita jaga dan lindungi. Pada saat isoman ini memerlukan tambahan gizi, perlu tempat dan pengawasan," kata Apriyadi.

Khusus kepada Satgas COVID-19 tingkat Desa, ia menegaskan 8% dana desa wajid digunakan untuk penanganan COVID-19, selain bantuan langsung tunai yang harus digelontorkan desa untuk masyarakat.

"Karena orang yang terkena COVID-19 ini bukan aib, kalau ada masyarakat kita isolasi mandiri tolong dibantu. Dan menurut kami tidak harus dari pemerintah kabupaten, desa juga bisa," tuturnya.

 

Bagikan

Most Popular








Related Stories