KabarKito
#SaveHutanHarapan Jangan Jadikan Jalan Batubara, Pengunjukrasa Desak Gubernur Batalkan Pembangunan
PALEMBANG, WongKito.co - #SaveHutanHarapan! sejumlah pengunjukrasa mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan dan menurut pembatalan izin pembangunan jalan batubara di kawasan hutan yang merupakan hutan alam dataran rendah yang kini tersisa di dua provinsi tersebut.
"Hutan Harapan merupakan habitat flora dan fauna yang dilindungi, seperti gajah dan harimau serta merupakan rumah bagi Suku Anak Dalam (SAD) Batin Sembilan," kata Koordinator Aksi Forum Masyarakat Penyelamat Hutan Alam Sumatera Selatan - Jambi (Formaphsi), Amrullah saat berunjukrasa di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (14/12).
Saat ini, dia mengungkapkan Hutan Harapan terancam karena izin pinjam pakai kawasan hutan untuk jalan batubara yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup kepada PT Marga Bara Raya sehingga akan merusak kelestarian hutan dan lingkungan.
Padahal bukan hanya fauna dan flora yang sangat bergantung dengan keberadaan hutan tersebut tetapi SAD menjadikan kawasan tersebut sebagai sumber kehidupan bagi mereka, ungkap dia.
Karena itu, kami mendesak kata Amrullah ketika orasi Gubernur Sumsel menyampaikan surat keberatan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penerbitan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk jadi jalan batubara.
Lalu, gubernur juga dituntut untuk mengevaluasi kebijakan izin penambangan batubara dan menghentikan sementara aktivitas PT Marga Bara Raya sampai permasalahannya diselesaikan, kata dia.
Pengunjukrasa ditemui Asisten Administrisi Umum Pemprov Sumsel Prof Edwar Juliarta dan menerima selebaran yang berisikan tuntutan tersebut.
Sementara seorang pengunjukrasa menggunakan kostum harimau sumatera sebagai bentuk protes atas habitat raja hutan tersebut yang kini terus tersingkirkan akibat pembangunan berbagai infrastruktur.(ert)

