Sekuritas Bidik 4 Saham Ini, Sinyal Rebound Muncul

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Kamis 16 Maret 2023. Hari ini (17/3) IHSG dibuka menguat 49,65 poin atau 0,76 persen ke posisi 6.615,3. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 9,87 poin atau 1,09 persen ke posisi 917,3. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA -  Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia pada 3 Februari 2026 merekomendasikan empat saham pilihan untuk perdagangan hari ini, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Secara teknikal, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan sinyal awal pemulihan setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir.

BRIS: Buy on Weakness di Rp2.160

Saham BRIS bergerak stagnan dan ditutup di level Rp2.250 pada perdagangan 2 Februari 2026. Secara tren jangka menengah, saham ini masih berada dalam fase penurunan dengan pola lower high dan lower low sejak mencapai puncak di kisaran Rp2.900–3.000.

Dalam beberapa waktu terakhir, BRIS memantul dari area support Rp2.070–2.150 yang menjadi zona permintaan utama. Munculnya long lower wick mencerminkan adanya minat beli dan akumulasi jangka pendek.

Ciptadana merekomendasikan strategi buy on weakness di level Rp2.160 dengan stop loss Rp2.110 dan target profit Rp2.360.

EXCL: Buy on Weakness di Rp2.710

Saham EXCL turun 11,82% dan ditutup di level Rp2.910 pada 2 Februari 2026. Saham ini menunjukkan pembalikan arah bearish yang tajam setelah sebelumnya reli hingga puncak Rp4.550.

Pada sesi terakhir, EXCL mencetak candlestick bearish besar dengan tekanan jual tinggi, mengindikasikan distribusi dan aksi ambil untung oleh investor.

Rekomendasi diberikan pada area Rp2.710 dengan stop loss Rp2.600 dan target profit Rp3.090.

MEDC: Buy on Weakness di Rp1.360

Saham MEDC melemah 6,25% dan ditutup di level Rp1.425. Saat ini, MEDC bergerak dalam fase konsolidasi setelah gagal mempertahankan reli dari puncak Rp1.750.

Pergerakan harga membentuk lower high dan tertahan oleh garis tren menurun, menandakan melemahnya momentum bullish. Meski sempat memantul dari support Rp1.290, potensi kenaikan masih terbatas karena tertahan resistance Rp1.500–1.630.

Ciptadana merekomendasikan buy on weakness di Rp1.360 dengan stop loss Rp1.280 dan target profit Rp1.465.

SMGR: Buy on Weakness di Rp2.540

Saham SMGR menguat 5,31% dan ditutup di level Rp2.580. Saat ini, SMGR bergerak sideways tanpa arah tren yang jelas. Pergerakan harga diperkirakan masih fluktuatif dan membuka peluang swing trading dalam rentang tertentu, sambil menunggu konfirmasi breakout.

Indikator momentum oscillator mulai berbalik naik dari area menengah-bawah, mengindikasikan potensi rebound jangka pendek. Rekomendasi buy on weakness berada di level Rp2.540 dengan stop loss Rp2.440 dan target profit Rp2.750.

Prospek IHSG

IHSG pada perdagangan 2 Februari 2026 turun 407 poin atau 4,88% dan ditutup di level 7.923. Indeks bergerak di rentang 8.313 sebagai level tertinggi dan 7.820 sebagai level terendah. Saham DSSA, AMMN, dan BRMS menjadi kontributor utama pelemahan indeks.

Meski terkoreksi tajam, IHSG masih berada dalam tren naik jangka menengah yang didukung pola higher high dan higher low. Koreksi terjadi setelah indeks mencapai puncak di level 9.174, mencerminkan aksi ambil untung jangka pendek.

Saat ini, IHSG bergerak di area 7.850–7.920 yang bertepatan dengan zona retracement Fibonacci 0,382–0,5, sehingga menjadi area support penting. Indikator Stochastic juga mulai memantul dari area oversold, memberikan sinyal awal pemulihan.

Level resistance utama berada di 8.525, 8.700, dan 9.174. Sementara level support berada di 7.854, 7.548, dan 7.482. Secara teknikal, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan awal setelah mengalami koreksi tajam dan bertahan di area support penting.

Saham BRIS, EXCL, MEDC, dan SMGR direkomendasikan dengan strategi buy on weakness karena berada di dekat area support dan berpotensi rebound dalam jangka pendek. Namun, volatilitas pasar masih tinggi sehingga disiplin dalam menerapkan stop loss menjadi faktor utama dalam menjaga risiko.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Ananda Astri Dianka pada 03 Feb 2026 

Bagikan

Related Stories