GayaKito
Selama Pandemi Risiko Obesitas Meningkat, Lakukan Ini Yuk Agar Terhindar
JAKARTA, WongKito.co- Selama pandemi COVID-19 risiko obesitas meningkat akibat banyak beraktivitas di rumah saja, termasuk sekolah, kuliah, bahkan bekerja. Hal ini diberlakukan untuk menekan bertambahnya kasus positif terpapar virus corona.
Obesitas disebabkan karena banyak orang yang kurang aktif secara fisik saat beraktivitas di rumah saja serta penutupan pusat kebugaran.
Obesitas dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan sistem kardiovaskular misalnya tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa obesitas berbahaya untuk jantung, kini obesitas juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terjangkit COVID-19.
Oleh karena itu, simak tips cara mencegah dan menghindari obesitas saat pandemi COVID-19 berikut ini, melansir TrenaAsia.com, jejaring WongKito.co.
1. Aktif Berolahraga
Meski saat pandemi pusat kebugaran ditutup, Anda tetap bisa aktif berolahraga di dalam rumah. Anda bisa melakukan yoga, latihan angkat beban, atau sekadar berjalan-jalan di sekitar rumah.
Jika Anda orang yang kurang disiplin, Anda mungkin bisa mendaftar beberapa program olahraga online yang biasanya memiliki instruktur yang ahli di bidangnya. Dengan memiliki instruktur, Anda bisa menanyakan kepadanya program olahraga apa yang sekiranya cocok untuk Anda, menu makan yang harus Anda konsumsi, dan saran untuk membantu mencapai tujuan kesehatan Anda.
2. Menjaga Nutrisi dan Pola Makan
Saat pandemi seperti saat ini, Anda mungkin merasa kesulitan untuk tetap mengonsumsi makanan sehat. Saat merasa stres dan emosional, kita justru lebih cenderung mengonsumsi makanan yang kita sukai dan seringnya justru tidak menyehatkan untuk kepuasan sesaat saja.
Pilihan makanan favorit yang dikonsumsi banyak orang pada umumnya mengandung tinggi kalori, lemak, dan gula yang justru dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Untuk menghindari hal tersebut, cobalah untuk memasak makanan di rumah daripada harus memesan makanan di luar atau melalui layanan drive-thru. Memasak di rumah adalah cara yang tepat untuk mengontrol nutrisi yang masuk ke tubuh Anda.
Anda juga akan tahu persis seberapa banyak mentega, gula, atau lemak yang harus Anda tambahkan dalam makanan. Hal ini berbeda jika Anda mengonsumsi makanan jadi dari restoran. Restoran sering kali memasukkan banyak garam, minyak, bahkan bahan-bahan tersembunyi lainnya pada masakan mereka.
3. Membuat Jadwal Rutin
Saat Anda beraktivitas di rumah, terkadang hal ini justru bisa mengacaukan ritme kehidupan Anda sehari-hari. Karena tidak perlu keluar untuk melakukan perjalanan ke kantor, Anda justru bermalas-malasan saat bangun pagi.
Hal ini justru dapat menimbulkan masalah serius seperti tubuh menjadi tidak fit, dan telat makan yang mengakibatkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, cobalah untuk mengatur jadwal harian rutin, yang meliputi waktu bangun, olahraga, waktu makan, waktu beraktivitas dan waktu untuk istirahat.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Justina Nur Landhiani pada 18 Sep 2021

