Siap Mendunia, Aksara Jawa Bakal Jadi Domain Internasional

Ilustrasi Aksara Jawa/ Sumber: kepek-wonosari.desa.id

JAKARTA –  Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sudah mendapat lampu hijau dari  pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendaftarkan Aksara Jawa jadi bagian Internatzionalize Domain Name (IDN) pertama dari Indonesia ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

Rencana ini telah mendapatkan dukungan dari sejumlah komunitas, antara lain Aksara Jawa Sega Jabung, Panjebar Semangat, Tembi Rumah Budaya dan Sanggar Aksara Jawa Kidang Pananjung Indramayu, kemudian dari pihak FIB UGM dan yang masih ditunggu dukungannya dari pemerintah provinsi, Dinas Sosial dan Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan, karena hal ini memang diperlukan sebagai syarat. Surat dukungan ini menyatakan bahwa benar Aksara Jawa (Hanacaraka) adalah bagian dari bahasa daerah di Indonesia dan masih banyak digunakan oleh masyarakat hingga saat ini,” kata Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo dalam keterangan resminya, Selasa, 20 Mei 2020.

Yudho mengakui alasan di balik pendaftaran nama domain aksara Jawa ke komunitas internasional ini selain menjadikannya Internazionalize Domain Name (IDN) pertama di Indonesia, juga bertujuan untuk melestarikan budaya dan bahasa asli Indonesia.

Sementara itu, Chief Registry Operator (CRO) PANDI, Mohamad Shidiq Purnama menyatakan pihaknya akan submit form program Fast Track ICANN untuk IDN pada pertengahan Juni 2020 mendatang.

“Selanjutnya kita tinggal menunggu hasil sekitar delapan pekan [sekitar awal September] dari ICANN, semoga prosesnya cepat,” tambah dia.

Dengan ini, Shidiq berharap segala proses mulai dari pendaftaran hingga peluncuran dapat berjalan lancar dan Nama Domain Hanacaraka bisa segera diluncurkan bersamaan dengan Kongres Aksara Jawa Oktober 2020.

Tidak hanya aksara Jawa, PANDI berencana akan memperjuangkan aksara lain juga untuk dibuatkan IDN-nya. “Yang akan menyusul setelah Hanacaraka selesai adalah Aksara Sunda, Bali, Batak, Bugis, Makasar dan Rejang. Paling tidak karena aksara-aksara tersebut sudah terdaftar dalam standar Unicode,” tambah Yudho.

Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat semua artikel

Related Stories