SKK Migas Tahun Depan Targetkan Investasi Migas Sebesar Rp198 Triliun

Pengeboran minyakdan gas lepas pantai. (esdm.go.id)

JAKARTA, WongKito.co, - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan investasi minyak dan gas (migas) bisa mencapai US$13,9 miliar setara Rp198,07 triliun pada tahun depan.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa target tersebut naik sekitar 15,8% dari target tahun ini yang mencapai US$12 miliar setara Rp171 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, SKK Migas akan meningkatkan target aktivitas pengeboran sumur menjadi 800 sumur tahun depan. Jumlah ini naik 33,3% dari target tahun ini sebanyak 600 sumur.

Dwi mengatakan, setidaknya dalam sebulan SKK Migas harus mampu mengebor 70-80 sumur sehingga bisa mencapai target tersebut.

Untuk itu, pihaknya meminta seluruh proses pengadaan barang, pembebasan lahan, dan lingkungan untuk kegiatan pengeboran dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.

"Kalau bisa mengebor di Januari sesuai target maka dampak produksi setahunnya juga akan baik," katanya dalam sebuah keterangan pekan lalu melansir Trenasia.com, Jejaring WongKito.co.

Dia menambahkan, SKK Migas menargetkan produksi minyak nasional mencapai 1,73 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) dari proyeksi akhir tahun ini 1,66 juta BPOEPD.

Untuk tahun ini, Dwi menyebut bahwa pihaknya tetap optimis bisa menyelesaikan target 600 sumur dengan nilai investasi US$12 miliar setara Rp171 triliun.

Optimisme itu didorong oleh permintaan pengeboran sumur yang makin banyak di sisa tahun ini. Meski pencapaian pada semester pertama 2021 cukup rendah, namun pihaknya tetap mematok realisasi investasi awal.

"Kalau tahun lalu (pengeboran) 240 sumur dan itu investasinya US$10 miliar. Tahun ini kami harapkan (pengeboran) naik dua kali lipat menjadi 550-600 sumur. Mestinya, untuk mencapai investasi lebih besar di posisi US$12 miliar seperti target, bisa," ujarnya.

Dia menerangkan bahwa pencapaian investasi yang rendah awal tahun ini disebabkan tertundanya banyak aktivitas pengeboran di sejumlah titik.

Selain itu, SKK Migas juga hanya memperkerjakan 50% pekerja untuk melakukan aktivitas pengeboran akibat terhambat pandemi COVID-19.

Namun memasuki semester kedua tahun ini, permintaan pengeboran sumur naik dari 20 sumur per bulan menjadi 40 sumur.

"September ini rencananya akan dibor 55 sumur, dan bulan depan sekitar 70 sumur," katanya.*

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Daniel Deha pada 20 Sep 2021 

Bagikan
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories