untuk Operasi Pasar, Sumsel Siapkan 25.200 Liter Minyak Goreng

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumsel. (Dok Susila/WongKito.co)

PALEMBANG, WongKito.co, - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan akan menyiapkan sebanyak 25.200 liter minyak goreng untuk operasi pasar di sejumlah pasar tradisional di tengah melonjaknya harga komoditas bahan pokok tersebut.

Sekretaris Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) Supriono menyampaikan hal tersebut setelah high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumsel, di Palembang, Senin (20/12/2021).

Menurut dia, operasi pasar itu akan dilakukan di beberapa titik, terutama di pasar-pasar tradisional.

Baca Juga : Luncurkan Playbook Cekfakta.com: Kolaborasi, Kunci Pengecekan Fakta dan Melawan Hoaks

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Sumatra Selatan Ahmad Rizali menjelaskan operasi pasar tersebut bakal digelar di sembilan titik mulai Selasa (21/12).

Ia menuturkan, harga minyak goreng yang bakal dilepas ke masyarakat itu dengan harga Rp14.000 per liter.

Jadi, lanjutnya, setiap titik akan disiapkan 3.000 liter minyak goreng dan harganya lebih murah, selisih Rp5.000 per liter dibanding harga pasaran.

Kenaikan harga minyak goreng tidak terlepas dari tingginya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO), yang meningkat hingga 30%. Harga minyak goreng sawit meningkat 60% jika dibandingkan tahun lalu.

Untuk harga minyak goreng kemasan naik dari semula Rp12.000 per liter menjadi Rp19.000 per liter, sedangkan harga minyak goreng curah, melonjak dari Rp11.000 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Sementara itu Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Hari Widodo, mengatakan operasi pasar merupakan salah satu strategi yang bisa diterapkan pemerintah daerah ketika harga bahan pokok melonjak.

Lebih lanjut ia menuturkan, setiap komoditas, termasuk minyak goreng, memiliki andil terhadap pembentukan inflasi namun besarannya berbeda-beda.

“Ada yang kenaikannya sedikit saja tetapi berdampak besar terhadap inflasi, contohnya beras,” ujarnya pula.

Ia berharap, dengan adanya kebijakan baru (bolehnya peredaran minyak goreng curah dan operasi pasar) bisa menekan harga minyak goreng tersebut. (Usi)

Bagikan
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories