Warga Kertapati Keluhkan Ketersediaan Infrastruktur, Anggota DPRD Sumsel Dapil I Kota Palembang Reses Tampung Aspirasi Masyarakat

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil Sumsel I Kota Palembang yakni Aryuda Perdana Kusuma, S.Sos, Abdullah Taufik, SE. MM, Firmansyah Hakim, Ir. Romiana Hidayati, Muhammad Toha, S.Ag dan H. Chairul S, Matdiah, SH., MH.Kes bertindak selaku koordinator saat melakukan reses Perumda Tirta Musi Palembang. (Foto WongKito.co/Susilawati)

PALEMBANG, WongKito.co, - Ketersediaan infrastruktur di Kecamatan Kertapati Palembang ternyata masih dikeluhkan warga setempat. Bahkan, persoalan infrastruktur turut andil dalam masalah kemiskinan yang ada di wilayah tersebut.

Hal ini terungkap pada dialog warga Kertapati dengan anggota DPRD Sumsel Dapil I Kota Palembang pada Selasa (03/12/2024), di Kantor Camat Kertapati. Dialog digelar dalam rangkaian kegiatan reses tahap I tahun 2024 Anggota DPRD Sumsel.

Reses yang berlangsung pada 2 hingga 9 Desember 2024 diikuti anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil Sumsel I Kota Palembang yakni Aryuda Perdana Kusuma, S.Sos, Abdullah Taufik, SE. MM, Firmansyah Hakim, Ir. Romiana Hidayati, Muhammad Toha, S.Ag dan H. Chairul S, Matdiah, SH., MH.Kes bertindak selaku koordinator.

Dalam kata sambutannya, Camat Kertapati Khaerul Minsyar, SE., M.Si, mengatakan, angka kemiskinan di Kelurahan Ogan Baru dan Kelurahan Kemas Rindo tergolong ekstrem. Untuk itu dia minta Dapil I turut membantu warga dalam upaya meningkatkan taraf hidup.

"Misalnya memberi bantuan kegiatan pelatihan dan UMKM, perbaikan infrastruktur, dan pembangunan sanitasi lingkungan,” kata Khaerul.

Sebagai Camat, Khaerul juga mengeluhkan kasus stunting di Kecamatan Kertapati yang diisukan paling tinggi di Kota Palembang. Terkait masalah ini, dia minta bantuan Dapil I untuk mengatasinya.

Pada kesempatan ini, Khaerul minta kepada para lurah dan ketua RT serta masyarakat yang hadir pada pertemuan tersebut untuk menyampaikan aspirasi yang dibutuhkan. Baik itu infrastruktur ataupun lainnya yang berguna untuk kesejahteraan.

Kesempatan ini tak disia-siakan Lurah Ogan Baru, Firdaus. Dia minta dibangunkan puskesmas. “Kami berharap puskesmas dan posyandu memiliki bangunan sendiri, tidak menumpang. Kami juga minta pembangunan MCK di Kelurahan Ogan Baru,” kata Firdaus.

Sedangkan Nazwa, warga, mengeluhkan keberadaan pohon-pohon besar yang sudah rapuh di sepanjang jalan.

Irwansyah, warga Kemang Agung, mengeluhkan banjir di RT 38 sampai RT 42. “Di sana ada sekolah SD, anak-anak pergi sekolah memakai sandal akibat banjir,” kata Irwansyah.

Keluhan terkait infrastruktur juga disampaikan Maya, warga Kelurahan Keramasan. Maya memaparkan, jembatan ledeng merupakan satu-satunya akses menuju jalan dan saat ini kondisinya sudah tidak layak. “Kami minta jembatan itu diperbaiki, dibuat yang permanen,” kata Maya.

Sementara Hafis, Ketua RT 46 Kelurahan Ogan Baru, minta pelayanan PDAM bagi warganya. Menurut dia, selama ini warga RT 46 masih menggunakan air sungai. Selain itu dia juga minta lampu jalan dan perbaikan jembatan penyeberangan.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan, anggota Dapil I, Muhammad Toha, mengatakan, untuk masalah stunting, saat ini APBD 2025 sudah disahkan. “Akan kami lihat apa programnya dan kami usahakan agar bisa masuk di Kecamatan Kertapati,” kata Toha.

Soal jembatan ditanggapi Rumiyana yang minta agar aspirasi terkait masalah ini dibuat secara tertulis melalui pihak kelurahan ditujukan ke Dapil I DPRD Sumsel.

Untuk keluhan soal pohon besar, Taufik mengatakan, pohon-pohon itu masuk wilayah Kabupaten Ogan Ilir dan masalah ini dikomunikasikan dengan Pemkab Ogan Ilir.
“Tolong berikan titik lokasi pohon-pohon itu, nanti kami segera sampaikan ke Bupati Ogan Ilir,” imbuh Koordinator Dapil I, Chairul S Matdiah.

Mengenai aspirasi soal pembangunan puskesmas, Chairul menyatakan, aspirasi ini akan disampaikan di rapat paripurna DPRD Sumsel. Sedangkan masalah pelayanan PDAM yang diminta warga, Chairul berjanji segera menyampaikan ke PDAM Tirta Musi.

Pada saat pertemuan dengan di kantor Perumda Tirta Musi Palembang, rombongan Dapil I disambut Dirut Perumda Tirta Musi Andi Wijaya Adani didampingi jajaran direksi dan sejumlah pegawai. Kepada pihak Tirta Musi, Koordinator Dapil I, Chairul S Matdiah menyampaikan keluhan masyarakat Ogan Baru, Kecamatan Kertapati yang belum menikmati air bersih dari Perumda Tirta Musi.

Ia juga berharap, tahun 2026 seluruh warga Palembang sudah bisa menikmati layanan air bersih. Selain itu, Chairul minta agar untuk masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan bisa mendapat tarif subsidi.

“Selama ini warga di Ogan Baru mengandalkan air Sungai Musi untuk kebutuhan sehari-hari. Warga di sana minta dipasangkan aliran air bersih PDAM dengan harga subsidi,” kata Chairul.

Permintaan Koordinator Dapil I DPRD Sumsel itu langsung direspon Dirut Perumda Tirta Musi, Andi Wijaya. Dia berjanji segera menurunkan staf ke lapangan dan bila kondisi memang memungkinkan, bisa segera dilakukan pemasangan instalasi air bersih.

“Untuk warga Kelurahan Ogan Baru RT 46 akan diprioritaskan pemasangan aliran air bersih, nanti bertepatan dengan hari ulang tahun Perumda Tirta Musi pada bulan April mendatang, dengan menggunakan dana CSR,” kata Andi Wijaya.

Pada kesempatan ini, Andi Wijaya juga memaparkan situasi dan kondisi Perumda Tirta Musi. Dia mengatakan, saat ini ada 600 karyawan di Tirta Musi. Tahun 2022 perusahaan ini mendapat penghargaan sebagai perusahan air minum terefisien se-Indonesia. Selain itu, pada 2023 Perumda Tirta Musi menyumbang Rp51 miliar untuk PAD Palembang.

Soal jangkauan layanan, Andi Wijaya menyatakan, saat ini wilayah pinggiran seperti Kenten Laut, Talang Keramat, Merah Mata, dan Tegal Binangun sudah terlayani meski belum maksimal.

“Kami berupaya, tahun 2027 kemungkinan sudah terlayani semua untuk aliran air bersih. Rencana ke depan kami akan melayani air siap minum ke masyarakat,” kata Andi.

Selama masa reses yang berlangsung pada 2 hingga 9 Desember 2024, selain berdialog dengan warga Kecamatan Kertapati, Dapil I DPRD Sumsel juga berkunjung ke sejumlah tempat lain seperti ke SMA IT Bina Ilmi, Fakultas Hukum Unsri, Kantor Camat IB I, dan Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan SU I.(ADV/Sus)


Related Stories