Ragam
TikTok Masifkan Kampanye, Tegaskan Komitmen #LawanJudol
JAKARTA, WongKito.co - Pemerintah terus mendorong platform dan media untuk bersama-sama melawan judi online atau judol. Berkolaborasi dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), TikTok Indonesia menyelenggarakan Workshop Online #LawanJudol: Upaya TikTok-Komdigi Melindungi Pengguna dan Remaja dari Bahaya Judol, Selasa, 18 Maret 2025.
Publik Policy and Government Relations TikTok Indonesia, Marshiella Pandji menjelaskan upaya TikTok melawan judi online menjadi langkah penting, agar ekosistem digital aman dan positif.
"Perjudian salah satu kegiatan melanggar Panduan Komunitas TikTok, karenanya sejak 2024 telah dilakukan berbagai Tindakan terkait upaya melawan judol," kata dia.
Ia menjelaskan penindakan dan penurunan konten yang bermuatan judol telah dilaksanakan. Sepanjang 2024, sebanyak 900 ribu video pendek judol, 2,2 juta komentar, 35 ribu iklan di take down.
Baca Juga:
- PDIP Sumsel Buka Puasa Bersama Anak Yatim
- Hoaks: Patrick Kluivert Mengundurkan Diri Sebagai Pelatih Timnas pada awal Maret 2025, Cek Faktanya Yuk!
- Jadwal Imsak dan Berbuka Puasa di Palembang, Minggu 23 Maret
Hal itu, menjadi bukti komitmen TikTok Indonesia dalam upaya melawan judi onlie, ujar Shiella.
Namun, ia menegaskan kampanye dan langkah nyata melawan judol tersebut hendaknya didukung oleh banyak pihak,b bukan hanya pemerintah dan platform serta medi.
"Kami juga mengajak partisipasi aktif masyarakat untuk menghentikan judol," kata dia lagi.
Sementara Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kemkomdigi, Marolli J.Indarto mengakui TikTok merupakan platform yang tercepat dan punya mitigasi berpotensi dalam menangani judol.
"TikTok Indonesia, cepat dalam penangganannya terkait judol," katanya.

Dia mengungkapkan pemerintah tentunya membutuhkan kerja sama dari banyak pihak untuk memberantas judol.
Meskipun, ia yakin angka pemain judol akan terus berkurang pascaditerbitkannya Kepres Nomor 21 tahun 2024 tentang Satgas Pembernatasan Perjudian Daring, kata dia.
Seperti diketahui, sebelumnya PPATK mengumumkan dana yang berputar pada judi online mencapai Rp 900 triliun. Sejak masifnya intervensi akhir tahun 2024 tercatat Rp 400 triliun dana judi online.
"Penegakan hukum, kampanye melawan judol dan take down konten atau artikel judol harus dilakukan terus menerus dan bersama-sama," katanya lagi.
Kemudian, Kreator TikTok, Samuel Chrits mengatakan pentingnya kolaborasi dari banyak pihak untuk mengedukasi masyarakat terkai dengan upaya memberantas judol.
Ia bercerita sejauh ini dia telah memproduksi konten-konten dengan mngajak mantan-mantan teknologi informasi (IT) yang telah berobat.
"Sesungguhnya judol itu merugikan, tidak ada keuntungan sama sekali," tegasnya.
Kekinian, Samuel menambahkan cara membuat aplikasi judol juga sudah sangat mudah, codingnya dijual bebas.
Karena itu, tak mengherankan kalau kini semakin banyak aplikasi judol yang tersebar, karena judol sesungguhnya bisnis yang menguntungkan bagi pelakunya. Di sisi lain, pemain tidak akan pernah mendapatkan keuntungan karena system telah disiapkan sedemikian rupa.
Ia mengistilahkan judol adalah cara cepat untuk jatuh miskin adalah melakukan cara cepat untuk menjadi kaya.
Kampanye dengan melibatkan sebanyak-banyak masyarakat sehingga diharapkan dapat mengubah cara berpikir pemain judol, kata dia lagi.
Baca Juga:
- Kapan Lagi Buka Bareng BRI Festival 2025 Kembali Hadirkan Event Buka Puasa Penuh Hiburan Seru
- Begini Profil Won Bin, Aktor Top Korea Selatan Rekan Main Kim Sae Ron
- BRImo Permudah Ibadah, Bayar Zakat Cukup dari Smartphone
Sebelumnya, TikTok Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia resmi meluncurkan kampanye bertajuk #LawanJudol untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya judi online pada Selasa (25/2/2025). Mengangkat tema "Break The Cycle – Bangkitkan Potensi, Wujudkan Mimpi", TikTok kian menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan positif.
Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan untuk menekan penyebaran konten terkait perjudian online, melindungi pengguna dari risikonya dengan fitur keamanan dan moderasi yang kuat, serta menyediakan informasi kredibel dari sumber tepercaya.
Kampanye ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang bahaya perjudian online serta mendorong pemanfaatan media sosial yang lebih produktif.(*)