Aksi Mahasiswa: Kritik MBG hingga Helikopter Gubernur

Senin, 04 Mei 2026 22:38 WIB

Penulis:Nila Ertina

Aksi Mahasiswa: Kritik MBG hingga Helikopter Gubernur
Aksi Mahasiswa: Kritik MBG hingga Helikopter Gubernur (Foto WongKito.co/Magang/Tanya Zalzalbilla)

PALEMBANG, WongKito.co - Aliansi Sumsel Resah menggelar aksi di Gedung DPRD Sumsel mengritik program makan bergizi gratis (MBG) hingga penggunaan helikopter yang dipakai Gubernur Sumsel, Herman Deru saat berkunjung ke sejumlah kabupaten dan kota.

Unjukrasa diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se- Sumatera Selatan, diikuti ratusan massa mahasiswa, Senin (4/5/2026).

Pengunjuk rasa berasal dari beberapa kampus yang ada di Sumatera Selatan yaitu, Universitas Sriwijaya (Unsri), Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA), Indo Global Mandiri University (UIGM), Politeknik Sriwijaya (Polsri), dan Politeknik Kesehatan (Poltekkes).

Baca Juga:

Salah seorang orator, Sultan Al Azi Fikri menuntut pemerintah lebih memprioritaskan pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan.

"Program MBG menyerap anggaran pendidikan hingga triliunan dan tidak ada transparansi," kata dia.

Di sisi lain mahasiswa juga menuntut agar pejabat bertindak bijak di tengah keresahan masyarakat akibat perekonomian yang semakin sulit.

Hal itu, dikait dengan penggunaan helicopter dan pembelian fasilitas mewah oleh petinggi di Sumatera Selatan.

Orator lainnya juga menuntut agar kesejahteraan guru jangan dikorbankan karena program MBG.

Adapun 12 poin tuntutan yang di bawa:
1. Segera sahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampas Aset
2. Naikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimun Kota/Kabupaten ( UMK)
3. Pemerintah untuk memperketat pengawasan dan penegakan regulasi terhadap sektor perkebunan dan tambang
4. Pemerintah menambah kuota pekerja tetap dan kontrak
5. Jaminan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
6. Transparansi dan keterlibatan publik dalam pembuatan kebijakan ketenagakerjaan
7.Terciptanya lapangan pekerjaan formal yang berkualitas
8.Mengembalikan Pendidikan dan Kesehatan sebagai prioritas utama negara
9. Evaluasi total Makanan Bergizi Gratis (MBG)
10.Boikot segala bentuk penindasan di lingkungan pendidikan
11.Pemerintah Sumsel untuk mengatasi harga kebutuhan pokok, transparansi pendidikan, pemerataan tenaga medis, pemindakan ilegal, perbaikan infrastruktur serta perlindungan sosial
12.Evaluasi total seluruh pemeliharaan drainase sebagai upaya penanggulangan banjir di 17 Kabupaten/Kota du Sumatra Selatan.(Magang/Tanya Zalzalbilla)