Menteri Haji Lepas Keberangkatan Jemaah Kloter 9 Palembang

Menteri Haji dan Umrah RI, KH. Moch. Irfan Yusuf Menhaj menyalami dan mendoakan agar jemaah Kloter 9 Palembang mendapatkan haji mabrur, Senin (4/5/2026). (ist/Kemenhaj Sumsel)

PALEMBANG, WongKito.co - Menteri Haji dan Umrah RI, KH. Moch. Irfan Yusuf melepas keberangkatan 439 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 9 Embarkasi Palembang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Senin (4/5/2026) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Irfan menyalami jemaah sembari memberikan semangat dan mendoakan agar seluruh jemaah mendapatkan haji yang mabrur. Ia mengingatkan agar fokus ibadah dan menjaga kesehatan karena cuaca di sana berbeda dengan di tanah air. 

"Jangan lupa untuk senantiasa menjaga kesehatan. Saling menjaga dan tolong-menolong sesama jemaah, terutama kepada yang berusia lanjut," pesannya.

Jemaah Kloter 9 ini merupakan gabungan dari Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), dan sebagian jemaah dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan terbangnya kloter ini, Embarkasi Palembang mencatatkan total 3.980 jemaah yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Adapun rinciannya adalah jemaah Sumatera Selatan 2.873 orang, jemaah Bangka Belitung 1.071 orang, dan Petugas Kloter 36 orang. 

Khusus untuk jemaah asal Babel, mereka sebelumnya tidak menginap di Asrama Haji Sumsel. Rombongan Babel dijadwalkan langsung bergabung dengan jemaah lainnya di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada Senin. 

Bersiap Transisi Gelombang Kedua

Kakanwil Kemenhaj Sumsel M. Arkan Nurwahiddin, melaporkan bahwa seluruh proses mitigasi dan pelayanan jemaah di embarkasi berjalan sesuai prosedur. Arkan juga menambahkan bahwa operasional gelombang pertama akan segera mencapai puncaknya.

"Malam ini, kami akan menerima kedatangan Kloter 10 yang berasal dari Palembang, Banyuasin, dan OKI. Kloter 10 ini merupakan kloter terakhir yang diberangkatkan pada gelombang pertama fase pemberangkatan melalui Embarkasi Palembang," jelas Arkan.

Arkan menegaskan kembali arahan Menteri agar petugas di lapangan tetap siaga memberikan pelayanan prima, terutama saat transisi menuju fase pemberangkatan gelombang kedua mendatang.

Dia juga memberikan atensi khusus pada kesiapan fisik jemaah. Mengingat cuaca dan tantangan di Tanah Suci, Arkan meminta jemaah agar bijak dalam mengatur aktivitas.

Jemaah harus bersiap menghadapi masa-masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang merupakan puncak ibadah haji. Karena itu, jemaah diminta tidak memforsir tenaga sebelum waktu puncak haji tiba. (*)

Editor: Redaksi Wongkito
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories