Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Menghasilkan Karya

Peringatan Hari Down Syndrome dan Bulan Kesadaran Autisme 2026, Minggu (3/5/2026) di Gedung Kesenian Palembang. (ist)

PALEMBANG, WongKito.co - Suasana ceria dan penuh warna warni memenuhi Gedung Kesenian Palembang, Minggu (3/5/2026). Terlihat sejumlah karya lukis dipamerkan di salah satu sisi ruangan dan ada penampilan seni kreatif dari anak-anak berkebutuhan khusus di atas panggung yang disambut meriah penonton.

Sedikitnya ada 100 anak dan orangtuanya yang hadir. Beberapa diantaranya asyik melukis di sudut gedung ditemani seorang mentor. Sebagian lagi dengan kostum unik dengan karakter atau tokoh favorit tengah bersiap untuk tampil fashion show bersama.

Acara ini diinisiasi oleh Forum Keluarga Spesial  Indonesia (Forkesi) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam rangka peringatan Hari Down Syndrome dan Bulan Kesadaran Autisme 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi potensi dan kreativitas anak berkebutuhan khusus.  

“Ada 25 anak yang tampil memamerkan karya. Anak-anak ini memiliki potensi yang luar biasa. Sangat patut untuk diberikan ruang pendampingan dan kesempatan,” ungkap Ketua Forkesi Sumsel, Devie Wahyuni.

Dia menjelaskan, Forkesi Sumsel menjadi wadah untuk mendampingi dan memperjuangkan anak-anak berkebutuhan khusus. Saat ini anggota Forkesi Sumsel sudah mencapai 200 keluarga spesial yang tergabung. Untuk daerah lain, sudah terbentuk Forkesi Chapter Prabumulih dan Forkesi Chapter Muara Enim. 

Kegiatan Forkesi Sumsel diantaranya ekstrakulikuler bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Hanya saja, saat ini masih kekurangan beberapa pendidik untuk kegiatan eskul lainnya. Saat ini baru ada melukis dan teatrikal, untuk eskul lainnya belum mendapat dukungan, terutama bidang olahraga. 

"Kami berharap ada dukungan yang lebih banyak lagi agar potensi anak-anak bisa tergali lebih banyak lagi,” katanya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumsel Muhammad Zaki Aslam mengapresiasi kegiatan ini. Diakuinya, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berekspresi.

"Setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang tanpa diskriminasi. Keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan karya. Justru dengan bimbingan yang tepat, anak-anak ini mampu menunjukkan kemampuan luar biasa yang sering kali tidak kita duga,” ujarnya.

Zaki juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga dunia usaha, untuk bersama-sama mendukung pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus.

Dalam acara tersebut di juga diselingi dengan kegiatan sambung ayat, teatrikal  musikal , pantomim dan diakhiri dengan bernyanyi dan berpoto bersama. (*)

Editor: Redaksi Wongkito
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories