Cerita Aini Caregiver Palembang, Motivasi dan Tantangan

Sabtu, 21 Februari 2026 07:17 WIB

Penulis:Nila Ertina

Cerita Aini Caregiver Palembang, Motivasi dan Tantangan
Cerita Aini Caregiver Palembang, Motivasi dan Tantangan (Foto WongKito.co/Ist/desain Tanya Zalzabilla)

– Aini jadi caregiver dari pengalaman merawat keluarga dan kebutuhan ekonomi.

-  Layanan fleksibel 8–24 jam, promosi via TikTok, tarif menyesuaikan klien.
-  Tekankan kasih, integritas, dan ingin dalami perawatan luka diabetes.

MENJADI seorang caregiver awalnya bukanlah pilihan Nuraini Gandasari (33) yang akrab dipanggil Aini, tapi karena terpanggil jiwanya membantu sesama dan membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan dua anak membuat ia memilih kerja-kerja keperawatan sebagai jalan hidupnya saat ini.

Aini bercerita semuanya berawal dari kerja-kerja keperawatan yang telah dijalaninya sejak mengurus kakak yang disabilitas, dan almarhum suami yang menderita diabetes.

Namun, yang paling memacu akhirnya memilih menjadi “Aini Caregiver Palembang” adalah setelah melihat banyak orang membutuhkan jasa pendampingan untuk layanan kesehatan di rumah sakit.

Awalnya, Aini mengungkapkan hanya melayani jasa caregiver bagi tetangga atau saudara yang membutuhkan bantuannya.

“Aku lulusan Diploma Keperawatan dan sudah biasa mengurus orang sakit, jadi informasi mulai dari mulut ke mulut yang meminta bantuan pendampingan di rumah sakit,” kata dia dibincangi belum lama ini.

Baca Juga:

Hingga kini, klien yang didampingi Aini terus berdatangan karena dirinya juga memromosikan layanan caregiver melalui akun TikTok @ainicaregiverpalembang.

“Ado bae rejeki anak yuk, kadang tibo-tibo ado yang DM di TikTok, atau kalau yang dikenalke klien lamo biasonyo langsung WA,” kata perempuan yang pernah bekerja di Kepulauan Riau tersebut.

Meskipun menerapkan bayaran alias komersial, ia bercerita tarif sangat fleksibel. Bagaimana menentukan tarif jasa untuk kerja-kerja keperawatan yang dilakukannya. Aini menjelaskan kalau sebelum mengambil job dia akan terlebih dahulu bertemu dengan klien dan keluarga.

Tetapi kalau keluarga klien jauh atau tidak bermukim di Palembang biasanya ia hanya menemui klien, sembari berkomunikasi melalui sambungan telpon dengan keluarga klien.

Ia menegaskan meskipun butuh uang untuk memenuhi kehidupan dengan dua anaknya, tetapi baginya bekerja dengan kasih menjadi hal yang paling penting.

Caregiver adalah menjual jasa, tetapi layanan yang optimal dengan penuh kasih paling penting untuk memupuk rasa percaya para klien.

Sembari tetap memantau klien yang sedang persiapan operasi pada salah satu rumah sakit swasta, Aini menambahkan kalau kerja-kerja pendampingan yang dijalaninya tidak hanya berlaku bagi pasien rumah sakit.

Tidak pula khusus bagi warga Kota Palembang, karena kliennya juga berdatangan dari berbagai di Sumatera Selatan, seperti Baturaja dan Lahat.

Untuk layanan pendampingan, Aini juga melayani pengasuhan anak atau pekerjaan pendampingan lainnya. Ia mencontohkan pernah mengasuh anak dari keluarga yang bermukim di Jakarta, tetapi orang tuanya ada pekerjaan di Kota Palembang. “Waktu itu, saya mengasuh di hotel, saat orang tua mereka ada pekerjaan,” kata dia.

Dalam menjalani usahanya, ia mengatakan kalau klien bisa memilih waktu dan jenis pendampingan apa yang akan mereka pilih, mulai dari waktu kerja 8 jam, 12 jam dan 24 jam. Secara khusus layanan pendampingan 24 jam hanya untuk pasien di rumah sakit.

Sedangkan pilihan waktu 8 jam dan 12 jam bisa dilakukan di rumah atau tempat lainnya. Lalu, jenis perawatan yang diterapkan biasanya akan disesuaikan dengan kebutuhan klien.

Kerap kali ada klien yang membutuhkan pengurusan administrasi di rumah sakit. Kadang kala bahkan ada yang minta sekalian ditemani belanja ke supermarket.

Ingin Dalami Perawatan Luka Diabetes

Hingga kini harus diakui, kerja-kerja pendampingan caregiver di Kota Palembang belum awam sehingga tak banyak yang memahami pekerjaan tersebut, padahal di sisi lain banyak yang membutuhkan.

Dedikasi seorang caregiver sangat dibutuhkan bagi mereka yang tidak bisa mendapatkan bantuan dari keluarga terdekat. Banyak alasan, seseorang tidak mendapatkan pendampingan keluarga mulai dari kesibukan sehingga tidak punya waktu mengurus keluarga atau bisa jadi karena tidak telaten dalam melakukan kerja-kerja keperawatan.

Sementara Aini Caregiver Palembang, mendedikasikan diri untuk kerja-kerja pendampingan dengan penuh rasa kemanusiaan dan tanggung jawab.

Apalagi, Aini memiliki latar belakang pendidikan keperawatan, dia adalah seorang perawat profesional, sehingga sangat mendukung pekerjaan yang dipilihnya saat ini menjadi caregiver.

Secara khusus ia juga mengakui kalau dirinya memiliki ketertarikan melanjutkan pendidikan untuk mengurus luka penderita diabetes. Mengurus luka diabetes menurut dia mesti memiliki keahlian khusus, karenanya ia sangat tertarik untuk menjadi profesional dibidang itu.

“Kalau ada rejeki dan kesempatan aku mau lanjut belajar khusus perawatan luka diabet yuk,” kata dia.

Sebenarnya, menurut Aini sebelum memilih caregiver ia telah banyak pekerjaan yang dilakukannya, termasuk merantau ke Kepulauan Riau bersama suami dengan bekerja di perusahaan, tetapi tidak sesuai dengan pendidikan formalnya sebagai seorang perawat, lalu berjualan ikan giling di kawasan Batam, sampai akhirnya kembali ke Palembang membuka usaha laundry, membuka warung hingga ojek antar jemput anak sekolah.

Baca Juga:

Pada tahun 2023 sang suami yang kakinya sudah diamputasi karena luka diabetes meninggal, ia pun menjalani beragam pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama dua anaknya.

Mulai fokus bekerja menjadi caregiver sejak hampir satu tahun ini, dengan membuka layanan melalui akun TikTok dan bisa juga menghubungi nomor WhatsApp 0889-9458-4890.

Dalam kerja-kerja keperawatan, sekali lagi Aini menegaskan kalau dirinya penting sekali untuk menjaga integritas.

“Bagi saya tetap menjadikan rasa kasih sesama manusia di atas segalanya, dalam menjalani caregiver,” tegasnya.(Nila Ertina)