jadwal berbuka
Kamis, 26 Februari 2026 22:34 WIB
Penulis:Nila Ertina

PALEMBANG, WongKito.co - Tradisi berburu takjil menjadi momen yang tak terlupakan di bulan suci Ramadan. Salah satu lokasi berburu takjil atau biasa disebut Pasar Beduk di Kota Palembang adalah di Jalan Ratna, dimana pedagang-pedagang berjajar di samping trotoar jalan dan menawarkan aneka macam makanan dan minuman.
Beragam menu makanan dan minuman yang ditawarkan mulai dari pempek, tahu bulat, gorengan, es buah dan masih banyak lagi, makanan dan minuman tersebut dijual mulai dari Rp2 ribu hingga Rp20 ribuan saja per porsi.
Salah seorang pedagang es buah, Ario menjelaskan untuk berjualan butuh mempersiapkan dagangan mulai dari siang hari.
"Persiapan kami berjualan di sini mulai dari jam 1 siang karena kalo sudah agak sore dikit orang sudah banyak yang berdatangan jadi biar gak buru-buru makanya di siang hari" jelasnya, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga:
Dia menambahkan selama Ramadan ini pelanggan ramai.
"Kami biasanya, tutup sore, selama Ramadan bukak sampai selesai magrib" katanya.
Di tempat yang sama, Jeri Antonius salah seorang pembeli yang datang ke Jalan Ratna untuk berburu takjil mengaku setiap hari berburu takjil di Kawasan tersebut.
"Di sini makannya banyak variasinya dan gak mahal," kata dia.
Jeri Antonius mengungkapkan keberadaan banyak pedagang baru yang kini berjualan di lokasi tersebut membuat variasi makanan takjil semakin melimpah. Hal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menemukan berbagai pilihan sesuai dengan selera dan kebutuhan masing-masing.
"Banyak pedagang baru di sini, jadi jauh lebih banyak pilihan takjil yang bisa kita dapatkan. Mulai dari makanan khas daerah hingga minuman segar yang beragam jenisnya," ucapnya.
Menurutnya, suasana meriah di Jalan Ratna saat menjelang magrib juga semakin memperkuat nuansa kemeriahan bulan Ramadan. Kondisi ini membuat tradisi berburu takjil di lokasi tersebut tidak hanya menjadi cara untuk mendapatkan makanan berbuka, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang dinanti-nanti setiap tahunnya.(Magang/Azzahri Fahlepi Putra)