Kolaborasi
Minggu, 05 April 2026 21:57 WIB
Penulis:Nila Ertina

PALEMBANG, WongKito.co — Garena resmi menggelar Grand Finals Free Fire Nusantara Series 2026 Spring di Palembang, Minggu (5/4/2026). Sebanyak 12 tim esports terbaik Indonesia bertarung memperebutkan gelar juara nasional sekaligus tiket menuju Free Fire World Series Southeast Asia 2026 Spring.
Palembang dipilih sebagai tuan rumah sebagai bentuk apresiasi atas tingginya antusiasme komunitas Free Fire di wilayah Sumatera. Kota ini juga dikenal melahirkan talenta esports, salah satunya Rapik Hidayat, yang sukses menembus level internasional dan meraih peringkat ketiga di Esports World Cup 2025 Free Fire.
Game Producer Garena Free Fire Indonesia, Christiandy Franciscus, menyebut peningkatan partisipasi pemain dari Palembang dalam kualifikasi menjadi indikator kuatnya basis komunitas. “Kami bangga menghadirkan Grand Finals di sini sebagai upaya mendekatkan esports ke komunitas, khususnya di luar Jakarta,” ujarnya.
Baca Juga:
Pertandingan Grand Finals menggunakan format Champion Rush dengan maksimal 10 ronde. Tim yang mampu mencapai minimal 80 poin dan mengamankan Booyah di ronde berikutnya akan keluar sebagai juara, serta berhak membawa pulang hadiah utama Rp250 juta dari total prize pool Rp850 juta. Pemenang juga otomatis menjadi wakil Indonesia di FFWS SEA 2026 Spring.
Selain persaingan ketat di arena, Garena menghadirkan sentuhan budaya lokal melalui kolaborasi dengan Sanggar Anna Kumari. Pertunjukan Silat Kuntau yang diiringi alat musik tradisional Burda turut memeriahkan acara, sementara panggung utama menampilkan replika Jembatan Ampera sebagai ikon kota.
Rangkaian FFNS 2026 Spring telah berlangsung sejak Januari dan diikuti lebih dari 42.000 peserta dari 88 kota melalui berbagai jalur kualifikasi. Angka ini menjadi rekor tertinggi sejak turnamen digelar pada 2023, meningkat signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Juara FFNS 2026 Spring selanjutnya akan melanjutkan perjuangan di FFWS SEA 2026 Spring, menghadapi tim-tim terbaik Asia Tenggara demi mengamankan langkah ke panggung global Esports World Cup 2026.
Tak hanya tim nasional, hadir juga tim lokal yang menarik perhatian yaitu Vesakha esports yang terbentuk pada tahun 2022.
Baca Juga:
Ricky Ramadhan pelatih tim Vesakha menuturkan hal yang membuat timnya bisa bertahan sampai babak grand final.
"Dengan latihan yang sering 8-10 jam sehari dan benar-benar latihan tetap, fokus buat latihan saja. Menjelang pertandingannya kita juga berlatih seperti biasa. Mungkin tambahannya itu kita ikut turnamen offline," katanya.
David pemain dari tim Vesakha esport mengungkapkan semakin termotivasi melihat antusiasme masyakarat Palembang yang datang ke arena pertandingan PSCC.
"Tim tentunya akan bertambah semangat bertanding dan 100 persen menang," kata dia.(Magang/Tanya Zalzalbilla/ril)