Indeks Kualitas Udara Palembang Sangat Berbahaya, Sekolah Kembali Terapkan PJJ

Rabu, 30 September 2026 07:30 WIB

Penulis:Nila Ertina

Editor:Nila Ertina

Ilustrasi
Ilustrasi (Foto WongKito.co/Dok/Naila Safira)

PALEMBANG, WongKito.co - Indeks kualitas udara di Kota Palembang buruk, sejak beberapa hari ini masih pekat dan termasuk dalam kategori berbahaya,  tetapi sekolah menerapkan pembelajaran tatap muka. Namun, Rabu (30/9/2026) kembali diterapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ. 

Mengutip iqair.com, pada pukul 06.00 WIB hari ini, indeks kualitas udara di Palembang mencapai 715 atau sangat berbahaya,  menurut EPA, AQI 301–500 sudah masuk kategori hazardous/berbahaya.  Sedangkan  konsentrasi PM2.5 sebesar 433,5 µg/m³  di atas 225,5 µg/m³ sudah berada dalam kategori hazardous. EPA juga memungkinkan perhitungan AQI di atas 500 untuk konsentrasi yang sangat tinggi.

Jadi, PM2.5 sebesar 433,5 µg/m³ bukan sekadar "udara kurang sehat" atau "kabut asap biasa". Angka tersebut menunjukkan paparan partikulat yang berada jauh di dalam kategori berbahaya.

Berdasarkan catatan WHO, Konsentrasi PM2.5 saat ini 86.7 kali nilai panduan PM2.5 tahunan WHO.

Baca Juga:

Melia salah seorang orang tua mengakui kalau sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatan anaknya karena asap masih sangat pekat.

"Saya bersyukur akhirnya bisa PJJ lagi, karena kesehatan anak tentunya sangat penting, asap membuat anak saya ISPA," kata dia.

Hal senada diungkapkan Ahmad sebenarnya mengaku khawatir saat anak kembali ke sekolah.

"Kalau di rumah kita bisa memastikan kegiatan di luar dapat dibatasi, kalau di sekolah kan biasanya anak-anak main di luar kelas," kata dia.(ert)