Jumat, 18 September 2026 08:44 WIB
Penulis:Nila Ertina
Editor:Nila Ertina

KUANTAN, WongKito.co – Di tengah lingkungan baru, budaya yang berbeda, dan interaksi dengan masyarakat lintas negara, mahasiswa KKN Internasional Mandiri 85 UIN Raden Fatah Palembang tidak hanya menjalankan program akademik. Mereka membawa satu isu yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, kesehatan mental.
Selama 7–27 Agustus 2026, mahasiswa KKN Internasional Mandiri 85 UIN Raden Fatah Palembang menjalankan berbagai kegiatan di Malaysia dengan fokus utama pada psikoedukasi dan layanan psikologis untuk peningkatan kesehatan mental masyarakat, khususnya di kawasan Taman Indera Sempurna, Kuantan, Pahang.
Namun, program tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi psikologi. Selama 21 hari, mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat, anak-anak, pelajar, warga emas, komunitas keagamaan, hingga mahasiswa dan sivitas akademika perguruan tinggi di Malaysia.
Pengalaman itu membuat KKN menjadi ruang belajar dua arah. Mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan dari kampus, tetapi juga belajar memahami kehidupan masyarakat melalui komunikasi dan interaksi langsung.
Dari Posko KKN, Psikoedukasi Menyentuh Banyak Ruang
Perjalanan KKN Internasional Mandiri 85 dimulai pada 7 Agustus 2026. Mahasiswa berangkat menuju Malaysia, melanjutkan perjalanan ke Negeri Sembilan, mengunjungi warga emas atau lanjut usia, kemudian menuju posko di Taman Indera Sempurna, Kuantan, Pahang.
Hari-hari awal diisi dengan konsolidasi dan pemetaan kegiatan. Pada 8 Agustus, mahasiswa menyusun program kerja melalui rapat perdana di Kompleks Dagangan Mahkota, Bandar Indera Mahkota.
Baca Juga:
Interaksi dengan masyarakat kemudian dilakukan melalui eksperimen "Words of Affirmation" di Pantai Teluk Cempedak.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mahasiswa memperkenalkan komunikasi positif dalam interaksi sosial. Pendekatan psikologi juga terus dibawa dalam berbagai kegiatan berikutnya, dengan sasaran yang berbeda-beda.
Pada 13 Agustus, misalnya, mahasiswa mengikuti Online Talk bertema "Doomscrolling" bersama mahasiswa Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA). Sehari setelahnya, mereka mendapatkan pembelajaran mengenai penggunaan kecerdasan buatan secara tepat sekaligus pengenalan alat tes psikologi bersama pihak UMPSA.
Kegiatan itu menunjukkan bahwa isu kesehatan mental yang dibawa mahasiswa tidak hanya berbicara tentang persoalan psikologis secara umum, tetapi juga bersinggungan dengan kebiasaan dan kehidupan masyarakat di era digital.
Anak-anak Menjadi Ruang Belajar tentang Emosi
Salah satu bagian penting dalam program KKN adalah kegiatan yang menyasar anak-anak.
Pada 17 Agustus, mahasiswa melaksanakan program edukatif berbasis psikologi dan Al-Qur’an di Maahad Tahfidz Al-Muttaqin. Materi psikologi mengenai memori dikombinasikan dengan permainan sambung ayat dan telepon rusak, kemudian dilanjutkan dengan sharing session, pembuatan pohon pesan dan kesan, motivasi, refleksi, serta penutupan.
Pendekatan serupa dilakukan pada 21 Agustus di SRITI Al-Husna Pekan melalui program pengembangan diri. Anak-anak diajak mengenal diri, mengenali perasaan, sekaligus memikirkan masa depan melalui "Pohon Masa Hadapan".
Kegiatan kemudian berlanjut pada 22 Agustus di Rumah Anak Yatim dan Miskin Dynasti melalui program "I Am Me, I Can Grow!".
Di tempat tersebut, mahasiswa mengajak peserta mengikuti rangkaian aktivitas "All About Me, Emotion Charades, Story Box, sharing session", dan refleksi.
Rangkaian aktivitas tersebut menempatkan anak sebagai subjek yang diajak mengenali diri dan emosi melalui cara yang lebih komunikatif dan partisipatif.
Pada 25 Agustus, pendekatan psikologi kembali dilakukan melalui pendampingan lomba mewarnai anak dan psikoedukasi mengenai "kecemasan pada anak" dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Fatimah Az-Zahra.
Kesehatan Mental Bertemu Pendidikan dan Keagamaan
Menariknya, program psikologi selama KKN tidak berdiri sendiri. Isu kesehatan mental dipertemukan dengan ruang pendidikan, keagamaan, budaya, hingga kegiatan sosial masyarakat.
Pada 18 Agustus, mahasiswa mengikuti kegiatan Bicara Tokoh bertema "Menyingkap Sejarah, Menyemai Patriotisme" sekaligus mengenal fasilitas Perpustakaan UMPSA.
Pada 20 Agustus, mahasiswa mengunjungi MOCCA dan berinteraksi dengan staf UMPSA, mengunjungi Menara Kuantan, serta mengikuti Daurah Hadith 82.0 dan berinteraksi dengan masyarakat di Masjid Fatimah Azzahra.
Keterlibatan dalam kegiatan keagamaan kembali terlihat pada 25 Agustus ketika mahasiswa menjadi bagian dari kepanitiaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Di titik ini, KKN menjadi lebih dari sekadar kegiatan akademik. Pengetahuan psikologi ditempatkan dalam ruang kehidupan yang nyata, tempat pendidikan, keluarga, agama, budaya, dan relasi sosial saling beririsan.
Belajar dari Masyarakat Lintas Negara
Selain menjalankan program kerja, mahasiswa juga melakukan berbagai aktivitas yang membuka ruang perjumpaan dengan masyarakat Malaysia.
Mereka berinteraksi dengan masyarakat di FELDA Panching Utara, melakukan kunjungan dan wawancara dengan penjaga Sungai Pandan Waterfall, serta mengenal sejumlah ruang publik dan budaya lokal.
Kemudian 23 Agustus, mahasiswa mengunjungi Bukit Panorama dan Sungai Lembing sambil berinteraksi dengan masyarakat setempat. Pengalaman tersebut dilengkapi dengan sharing session dan berbagai kegiatan persiapan program.
Kegiatan lintas kampus juga menjadi bagian dari proses belajar. Pada 26 Agustus, mahasiswa mengikuti "Talk Real bersama Dr. Mazita binti Ahmad di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI)", kemudian mengunjungi Fakultas Sains dan Kemanusiaan UPSI.
Perjalanan ditutup dengan kegiatan di Kuala Lumpur. Mahasiswa melakukan social experiment dan interaksi psikologi dengan masyarakat di sekitar Menara Kembar Petronas.
Sehari kemudian, pada 27 Agustus, mahasiswa melanjutkan kunjungan ke Kasturi Walk untuk mengenal produk lokal Malaysia, mengamati lingkungan perkotaan di Pusat Bandaraya, dan berinteraksi serta bertukar cerita dengan masyarakat di Masjid Jamek.
KKN sebagai Ruang Praktik Psikologi
Rangkaian kegiatan KKN Internasional Mandiri 85 memperlihatkan bagaimana pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Psikoedukasi tidak disampaikan semata-mata melalui ruang kelas atau forum formal. Pengetahuan tentang memori, pengenalan diri, emosi, kecemasan pada anak, hingga kebiasaan digital seperti "doomscrolling" diperkenalkan melalui permainan, sharing session, aktivitas kreatif, percakapan, dan interaksi sosial.
Baca Juga:
Sementara itu, kegiatan pendidikan, keagamaan, kebudayaan, olahraga, dan kunjungan sosial memperluas pengalaman mahasiswa dalam memahami karakter masyarakat dan lingkungan baru.
Selama 7–27 Agustus 2026, KKN Internasional Mandiri 85 UIN Raden Fatah Palembang akhirnya menjadi perjalanan yang mempertemukan "ilmu psikologi, pendidikan, dan pengabdian masyarakat dalam ruang lintas negara".
Bukan sekadar datang untuk menjalankan program kerja, mahasiswa juga belajar bahwa membicarakan kesehatan mental membutuhkan cara komunikasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dari Taman Indera Sempurna hingga Kuala Lumpur, KKN tersebut menjadi pengalaman untuk belajar, berbagi, dan membangun komunikasi dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih manusiawi dan kontekstual.
KKN Internasional Mandiri 85 UIN Raden Fatah Palembang, diketuai Zinnirah Binti Abdullah, dan anggotanya Jihan Fadiyah, Nadina Nurhaliza, Aulia Surya Cantika, Engga Frinanda dan Azza Shofia Nurjanah serta dosen pembimbing KKN Budiman, M.Si., Ph.D., Psy.(*)