Layanan Kesehatan
Minggu, 30 November 2025 11:14 WIB
Penulis:Nila Ertina

PALEMBANG, WongKito.co – Yayasan Intan Maharani berkolaborasi dengan Universitas Taman Siswa Palembang menyelenggarkan diskusi tema “Sinergi dan Partisipasi Aktif Organisasi Kemahasiswaan untuk Literasi Kesehatan Reproduksi, HIV, AIDS, dan Infeksi Menular Seksual.”
Kegiatan ini diikuti oleh organisasi kemahasiswaan dari berbagai universitas dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam memahami isu kesehatan reproduksi, perlindungan hak asasi manusia, serta upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS.
Acara dibuka secara resmi oleh rektor Universitas Taman Siswa Palembang. Prof. Dr. Hj. Ssinayati, S.T, M.T., di Palembang, Sabtu (29/11/2025) yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan edukatif ini.
Baca Juga:
Ia menegaskan bahwa isu kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS merupakan tanggung jawab setiap individu terhadap dirinya sendiri.
"Kami berharap mahasiswa yang hadir dapat menyampaikan ilmu yang di peroleh kepada teman-temannya. Universitas Taman Siswa Palembang menyambut baik kolaborasi ini dan berharap kerja sama dapat terus berlanjut pada kegiatan-kegiatan selanjutnya. Selamat mengikuti kegiatan dan semoga memberikan manfaat yang luas," ujarnya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kartika Rosalia selaku Advokasi Officer Yayasan Intan Maharani, yang memberikan penjelasan komprehensif mengenai HIV, AIDS, dan cara pencegahannya.
Dalam paparannya, dia menegaskan bahwa Human Immunodefiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara menghancurkan sel darah putih (CD4). Ketika jumlah CD 4 menurun drastis, tubuh menjadi rntan terhadap infeksi dan kondisi ini dapat berkembang menjadi AIDS apabila tidak ditangani.
menurut dia HIV dapat menular darah, cairan vagina, cairan sperma, dan air susu ibu. Sementara itu, bentuk penularan yang paling sering terjadi adalah melalui hubungan seksual serta penggunaan jarum suntik yang tidak streil.
Dalam kesehatan tersebut, dia juga menyampaikan empat langkah pencegahan utama yang dapat dilakukan mahasiswa maupun masyarakat agar terhindar dari HIV, yaitu:
1. Menjauhi seks berisiko, terutama hubungan seksual di luar pernikahan
2. Tidak berganti ganti pasangan seksual
3. Menggunakan kondom secara konsisten, karena kondom adalah alat pencegahan yang mudah, murah dan terjangkau.
4. Tidak berbagi jarum suntik, baik untuk keperluan medis maupu nonmedis.
Baca Juga:
Kartika menambahkan bahwa perkembangan HIV di dalam tubuh dapat berlangsung dalam waktu yang bervariasi, mulai dari 3–6 bulan, 1–2 tahun, hingga 3–10 tahun, sebelum gejala berat muncul. Karena itulah edukasi dan deteksi dini menjadi sangat penting.
Melalui kegiatan ini, dia menekankan harapan besar agar mahasiswa dapat menjadi motor penggerak dalam menyebarkan literasi kesehatan reproduksi serta informasi benar tentang HIV/AIDS. Ia mendorong organisasi kemahasiswaan untuk terus terlibat aktif dalam kampanye pencegahan dan penguatan komunitas berbasis hak asasi manusia.(Mg/L Revalina)