GayaKito
Kenapa Tubuh Cepat Lapar Saat Hujan dan Cuaca Dingin?
JAKARTA, WongKito.co – Pernahkah kamu tiba-tiba merasa lapar saat hujan? Saat hujan atau cuaca dingin bisa membuat kita lebih sering merasa lapar dan ingin makan lebih banyak. Ternyata, hal ini bukan sekadar perasaan.
Cuaca dingin atau hujan memang dapat membuat orang merasa lebih lapar, sehingga wajar jika kita cenderung mengonsumsi makanan yang lebih mengenyangkan selama musim dingin atau saat hujan turun.
Dan kamu juga tak perlu khawatir, hal ini adalah kondisi yang umum dan dapat dijelaskan secara ilmiah. Bagi kamu yang penasaran apa alasannya, yuk simak artikel berikut!
Berikut alasan tubuh merasa cepat lapar saat cuaca dingin dan hujan:
1. Tubuh Membutuhkan Lebih Banyak Energi
Menurut Eating Well, salah satu alasan kita merasa lapar saat hujan adalah karena tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk tetap hangat di cuaca dingin, terutama jika berada di lingkungan yang sangat dingin hingga menggigil.
Namun, hanya sedikit penelitian yang valid mendukung hubungan antara suhu lingkungan dan kebutuhan kalori. Studi menunjukkan paparan dingin dalam jangka pendek dapat meningkatkan pengeluaran energi total, meski efeknya berbeda-beda pada setiap orang.
2. Perubahan Hormon Rasa Lapar
Perubahan hormon diduga menjadi salah satu alasan mengapa kita mudah merasa lapar saat cuaca dingin, seperti saat hujan. Perubahan musiman memengaruhi hormon yang terkait dengan rasa lapar dan nafsu makan, termasuk leptin, ghrelin, dan glukokortikoid.
- Lightstick K-Pop Lebih dari Sekadar Aksesori
- Transformasi Palembang Square, Area Modern dengan Tenant Hits
- Banjir Sumatera: Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana, Desak Presiden Segera Menetapkan Darurat Bencana Nasional
Sebuah studi pada 2019 yang diterbitkan di Nutrition & Metabolism menemukan hormon leptin, yang memicu rasa kenyang, cenderung lebih tinggi baik di cuaca panas maupun dingin. Namun, hasil penelitian ini masih kontradiktif.
Penelitian lain menunjukkan perubahan ritme sirkadian di daerah dengan musim dingin yang panjang akibat paparan cahaya yang lebih sedikit menyebabkan kadar leptin meningkat, sementara hormon ghrelin justru menurun di musim dingin. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan antara musim, perubahan suhu, dan kadar hormon.
3. Perubahan Hormon Serotonin
Saat hujan, suasana di luar menjadi lebih gelap, sehingga cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan. Paparan sinar matahari yang berkurang dapat menurunkan kadar serotonin, hormon kebahagiaan. Salah satu dampaknya adalah kamu lebih mudah merasa sedih atau mengalami perubahan suasana hati saat hujan.
Tubuh kemudian mengirim sinyal untuk mengatasinya, sehingga timbul keinginan untuk mengonsumsi makanan kaya karbohidrat. Asupan karbohidrat ini membantu tubuh memanfaatkan triptofan, sebuah asam amino yang dapat diubah menjadi serotonin, sehingga suasana hatimu membaik di hari hujan.
4. Hujan Memicu Mostalgia dan Kenyamanan Emosional
Menurut psikolog klinis dari Dubai Laxmi Saranya, hujan punya kemampuan membangkitkan kenangan masa lalu, terutama yang terkait dengan masa kecil. Banyak orang memiliki ingatan tentang menikmati makanan tertentu saat hujan, seperti mie rebus, pisang goreng, bakwan, atau susu hangat.
Saat hujan turun, suasana menjadi lebih tenang dan kamu mungkin terdorong untuk menghidupkan kembali momen itu. Otak langsung mengaitkan hujan dengan makanan tertentu yang menimbulkan rasa nyaman. Akhirnya, rasa ingin makan muncul bukan karena lapar fisik, melainkan sebagai dorongan emosional.
5. Aktivitas Fisik Menurun saat Hujan
Menurut Better Health Facts, hujan sering membuat kita malas bergerak. Aktivitas harian menurun, olahraga tertunda, dan sebagian besar waktu dihabiskan di dalam rumah. Meski terdengar sepele, perubahan pola aktivitas ini memengaruhi hormon dan sistem metabolisme tubuh.
Ironisnya, meski tubuh menggunakan lebih sedikit energi, rasa lapar justru meningkat. Hal ini dipicu oleh perubahan hormon akibat kurang bergerak, ditambah rasa bosan yang membuat kita lebih sering makan tanpa sadar.
Duduk santai sambil menikmati suara hujan membuat ngemil terasa mudah dan menyenangkan. Akibatnya, tubuh “mengira” membutuhkan lebih banyak makanan, padahal sebagian besar hanya reaksi psikologis terhadap suasana dan kurangnya aktivitas fisik.
6. Makan Membuat Tubuh Lebih Hangat
Ahli gizi dari Toronto, Bri Bell, RD, menjelaskan kepada Eating Well bahwa proses makan dan mencerna makanan bisa meningkatkan suhu tubuh melalui mekanisme yang disebut thermic effect of food. Saat cuaca dingin, seperti hujan, tubuh secara alami mencari cara untuk tetap hangat, dan salah satu sinyalnya adalah munculnya rasa ingin makan.
- Kompleks Pemakaman Sabokingking: Saksi Sejarah, Awal Massa Kesultanan Palembang Darussalam
- Pemprov Sumsel Luncurkan Website Cek Fakta
- Kampanye 16 HAKTP: FJPI Sumsel Ajak Jurnalis Pahami KBGO hingga Teknik Penulisan Etis
Itulah sebabnya mengapa makanan berkuah, minuman panas, atau hidangan hangat terasa lebih nikmat saat hujan. Sebenarnya, semua jenis makanan dapat membantu meningkatkan suhu tubuh, tapi makanan dan minuman hangat memberikan efek yang lebih cepat dan terasa lebih nyata.
Rasa nyaman yang muncul setelah mengonsumsinya membuat tubuh mengasosiasikannya sebagai pengalaman menyenangkan, sehingga setiap kali hujan turun, rasa ingin makan cenderung meningkat.
Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com, jejaring media WongKito.co, pada 29 November 2025.

