KOMA: Stop Intimidasi pada Media Alternatif

Minggu, 03 Mei 2026 17:43 WIB

Penulis:Nila Ertina

Koalisi Media Alternatif (KOMA)
Koalisi Media Alternatif (KOMA) (Foto Ist KOMA)

JAKARTA, WongKito.co - Peringatan World Press Freedom Day (WPFD) atau Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada tanggal 3 Mei menjadi momentum pentingnya memperjuangkan kebebasan media, independensi jurnalis, perjuangan atas jurnalisme berkualitas, dan hak publik atas informasi.

Koalisi Media Alternatif (KOMA) sebagai jaringan media-media alternatif di Indonesia mencatat, dalam setahun ini media alternatif, seperti Project Multatuli, Konde.co dan Remotivi pada September 2025 lalu menghadapi beberapakali serangan di media sosial dalam narasi dan stigma, disebut sebagai antek asing yang tujuannya untuk mendelegitimasi kredibilitas media independen di Indonesia. Propaganda ini melemahkan media independen yang bersuara kritis.

Tak hanya itu, media Magdalene.co pada Maret 2026 juga menghadapi pemblokiran dari Komdigi dimana pemerintah telah melakukan pembungkaman pada media yang menyuarakan isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Sedangkan media alternatif lain, seperti Floresa.co beberapakali mendapat ancaman dalam peliputan. Lalu juga ada pengiriman bom Molotov yang terjadi pada Kantor Redaksi Jubi, dan kasus-kasus kekerasan secara fisik jurnalis. Cara-cara ini merupakan bentuk intimidasi terhadap kerja-kerja jurnalistik.

Baca:

Padahal keberadaan media alternatif selama ini memiliki redaksi dan sumber daya yang unik dan berskala kecil, yang berjuang untuk publik, yang sengaja dipilih sebagai upaya membangun dan mempertahankan independensi ruang redaksi dalam melakukan praktik jurnalistik. Media alternatif juga mengusung jurnalisme berkualitas yang menunjukkan ketaatan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ), sesuai konsekuensi dari idealisme yang dibawa.

Hingga saat ini media alternatif juga masih menghadapi berbagai persoalan, seperti rawan kriminalisasi, kekerasan digital, minim perlindungan, dan tak adanya pengakuan. Selama ini media alternatif masih dianggap sebelah mata seperti sulitnya mendapatkan verifikasi dari Dewan Pers, belum diakui identitasnya- padahal memperjuangkan jurnalisme berkualitas, berjuang untuk mendapatkan pendanaan, serta minimnya perlindungan dan ketergantungan pada platform algoritma yang membuat rentan terhadap perubahan algoritma dan moderasi konten yang sewenang-wenang.

Bagi KOMA, Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 ini media alternatif masih diliputi kegelisahan seperti semakin menyempitnya ruang kebebasan berekspresi, meningkatnya ancaman terhadap jurnalis, serta rapuhnya keberlanjutan media alternatif yang hidup diantara kondisi politik ekonomi memburuk dan kriminalisasi serta militerisme yang menguat. Kondisi ini menyebabkan menyempitnya kondisi media-media yang bekerja di ruang-ruang alternatif yang selama ini menyuarakan suara kritis atau suara alternatif.

Baca Juga:

Maka dalam World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Koalisi Media Alternatif (KOMA) menuntut:

1.Pengakuan, perlindungan, dan jaminan keberlanjutan bagi media alternatif sebagai bagian dari ekosistem pers nasional.
2.Menolak segala bentuk diskriminasi, kekerasan, dan intimidasi terhadap jurnalis, terutama mereka yang bekerja di ruang-ruang alternatif.
3.Usut tuntas dan percepat proses hukum kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis khususunya teror atau ancaman yang ditujukan kepada ruang redaksi perusahaan pers.
4.Segera mencabut Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 127 Tahun 2026 karena bertentangan dengan prinsip demokrasi, semangat kebebasan pers, dan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
5.Pemerintah memberikan jaminan atas perlindungan kerja-kerja pers di segala lini baik di lapangan maupun di ranah digital.

Koalisi Media Alternatif (KOMA)
⁠Independen.id, ⁠Konde.co, ⁠Project Multatuli, ⁠Bollo.id, ⁠Koreksi.org, ⁠Bandung Bergerak, ⁠Serat.id, ⁠lipunaratif.com, Batambergerak.id, Kitamudamedia.com, Edisi.co,  ⁠Mentawaikita, ⁠Jaring.id, ⁠Floresa.co, ⁠Konsentris, ⁠Prohealth.id, ⁠Semangatodai.com,  ⁠Remotivi, ⁠Progresip, ⁠KatongNTT, ⁠Idenera, ⁠Wongkito.co, ⁠Narata.co, ⁠Lengaru.id, ⁠Banjartimes, Existensil.com, Ruangkota.com, Ekuatorial.com, Projectarek.id

Kontak: koalisimediaalternatif@proton.me
1.Koordinator: Luviana Ariyanti/Konde.co
2.Wakil Koordinator Penguatan Media: Evi Mariani/Project Multatuli
3.Wakil Koordinator Advokasi: Gading Yonggar/Koreksi.org
4.Wakil Koordinator Kolaborasi: Abdus Somad/Jaring.id
5.Sekretaris: Nila Ertina FM/ Wongkito.co