Matikan PLTU, Selamatkan Petani, Jeritan Darmiana dari Telatang

Kamis, 13 Agustus 2026 11:19 WIB

Penulis:Nila Ertina

Petani lingkar PLTU Keban Agung berunjuk rasa menuntut perusahaan tanggung jawab terhadap kerusakan kebun
Petani lingkar PLTU Keban Agung berunjuk rasa menuntut perusahaan tanggung jawab terhadap kerusakan kebun (Foto WongKito.co/Senia Aprinia Sari)

LAHAT, WongKito.co — Terik matahari menyengat lahan pertanian di Desa Telatang, Kecamatan Merapi, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Tanah kering, sementara tanaman yang menjadi tumpuan hidup petani terlihat meranggas. Di tengah situasi tersebut, suara para petani menggema  “Matikan PLTU, Selamatkan Petani.”

Aksi simbolik, dilakukan kelompok tani Desa Telatang yang kebunnya berada di lingkar PLTU Keban Agung, milik PT Priamanaya energi, Kamis (6/8/2026) menuntut perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan dan kerugian yang dialami petani. Adalah Darmiana dan kawan-kawan petaninya yang menyuarakan kegelisahan, keresahan karena tanah tak lagi subur, panen tak bisa lagi diandalkan dan air tak bisa dikonsumsi lagi.

Ia bersama sejumlah petani dan warga Desa Muara Maung turun melakukan aksi dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar keberadaan dan dampak aktivitas PLTU terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat mendapat perhatian serius.

Baca Juga:

Darmiana mengungkapkan, persoalan lingkungan kini akrab dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai petani, kondisi lahan dan ketersediaan air menjadi bagian penting yang menentukan keberhasilan mereka dalam bercocok tanam.

“Kami ini petani, hidup kami dari lahan. Kalau lahan sudah kering dan hasil panen tidak bagus, kami mau mengandalkan apa lagi? Kami berharap pemerintah mendengarkan keluhan kami," ujar dia.

Ada juga petani lainnya, Supri yang mengungkapkan kerusakan lahan semakin dirasakan petani, tanaman kerdil. Bagi petani, ketika kondisi tanah dan air tidak mendukung, ancamannya bukan hanya gagal atau berkurangnya hasil panen. Penghasilan keluarga pun ikut dipertaruhkan.

Baca Juga:

Darmiana mengatakan, para petani berharap pemerintah mendengar keluhan masyarakat yang tinggal dan bertani di sekitar wilayah tersebut.

“Kami ingin lahan kami tetap bisa digunakan untuk bertani. Jangan sampai kondisi lingkungan membuat kami semakin sulit mencari penghasilan. Kami hanya ingin kehidupan kami sebagai petani diperhatikan,” katanya.

Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk besar bertuliskan “MATIKAN PLTU!!! SELAMATKAN PETANI.” Poster-poster lain juga dibawa peserta aksi sebagai bentuk kritik dan keresahan terhadap kondisi lingkungan yang mereka hadapi.(Senia Aprinia Sari)