KabarKito
Perusahaan Ingkar Janji pada Warga Desa Muara Maung Korban Banjir
LAHAT, WongKito.co – Perwakilan warga Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan telah mendatangi PT Muara alam Sejahtera (MAS) dan dihadiri perwakilan dari PT Bara Alam Utama (BAU) serta PT Bara Selaras Resoursces (BSR), Sedangkan PT Bumi Merapi Energi (BME) seharusnya juga hadir tapi tidak ada perwakilan yang datang, Kamis (16/07/2026).
Dalam pertemuan tersebut salah seorang warga terdampak banjir Sungai Kungkilan, Supran (73) mengatakan pihaknya menuntut tanggung jawab empat perusahaan batu bara yang menyebabkan banjir berulang kali di Desa Muara Maung.
“Empat perusahaan tersebut, adalah PT MAS, BAU, BSR & BME, harus bertanggung jawab terhadap kerusakan rumah, lahan dan permukiman akibat banjir dari Sungai Kungkilan,” kata dia saat mendatangi kantor PT Muara Alam Sejahtera (MAS).
Baca Juga:
- Simak Peta Persaingan Kedai Kopi 2026, Kopken tetap di Posisi Puncak
- Asrama Putri Randik Muba di Jogja jadi Percontohan
- WALHI Sumsel: Karhutla Berulang Tanda Gagalnya Tata Kelola Ruang
Menanggapi kedatangan warga terdampak banjir Sungai Kungkilan, perwakilan PT MAS, PT BAU dan PT BSR mengaku kesiapan perusahaan untuk mencari solusi bersama masyarakat dalam menangani dampak lingkungan akibat operasional tambang batu bara.
Dari pertemuan tersebut mereka berjanji akan menyampaikan kepada atasnya dalam kurun waktu satu minggu, untuk memenuhi tuntutan warga korban banjir.
Namun, hingga Selasa (11/8/2026) janji tersebut tak juga kunjung direalisasikan, empat perusahaan itu mengingkari kesepakatan dengan korban banjir.
Sumahyana, 48 tahun salah satu warga yang ikut dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa dari janji yang diberikan satu minggu namun hingga kini hampir satu bulan belum tindakan apapun dari pihak yang bersangkutan.
“Belum ada kompensasi apapun dari PT-PT yang ikut dalam rapat itu,” kata dia dihubungi melalui telpon seluler.
Baca Juga:
- Bank Sampah Grisabel: Ubah Sampah jadi Rupiah di Prabumulih
- Di Balik Tatapan Tika dan Linda, Pengalaman tak Terlupakan Bersama Gajah
- Program RISE OCBC Buka Peluang UKM Tumbuh dengan Produk Berkelanjutan
Menurut dia banjir terakhir terjadi pada bulan April lalu, dan sebelumnya sudah sering terjadi banjir akibat tidak berfungsi lagi Sungai Kungkilan yang berada dekat kediaman ia dan warga lainnya.
“Kami telah berulang kali menuntut perusahaan untuk bertanggung jawab, menormalisasi sungai dan juga memperbaiki lingkungan yang rusak, tapi mereka hanya berjanji saja hingga saat ini,” kata dia lagi.(Tanya Zalzalbilla)

