Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat Perlu Sinkronisasi Banyak Perusahaan

Rabu, 02 Juni 2021 19:23 WIB

Penulis:Amalia

tanjung carat.jpg
Plh Sekda Provinsi Sumsel, Akhmad Najib memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah perusahaan daerah, Rabu (2/6).

PALEMBANG, WongKito.co - Rencana pembangunan Pelabuhan Laut Tanjut Carat butuh sinkronisasi berbagai instansi dan perusahaan daerah agar tidak menjadi penghambat kegiatan fisik.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat koordinasi dengan masing-masing perusahaan terkait pada Rabu (2/6). Rapat ini untuk memastikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat dan program strategis lainnya tidak saling bersinggungan.

“Pembangunan pelabuhan ini merupakan project penting yang akan dilaksanakan. Terkait dengan titik lokasi yang telah ditetapkan, hal-hal yang terindikasi bersinggungan harus dapat dibereskan agar tidak membuat pembangunan tersebut terhambat,” jelas Plh Sekda Provinsi Sumsel, Akhmad Najib, yang memimpin rapat.

Dari rapat bersama tersebut, lanjutnya, diketahui PT PLN telah menegaskan bahwa pembangunan kabel bawah laut yang akan mereka lakukan ke kepulauan Bangka tidak akan mengganggu aktifitas pelayaran. Selain itu, jarak antara pembangunan pelabuhan dengan proyek PLN cukup jauh.

“Begitu juga dengan PT Tri Patria yang bahkan siap menggeser jalur yang telah direncanakan, untuk menyesuaikan keperluan pembangunan pelabuhan tersebut,” terangnya.

Sementara, PT Sumsel Energi Gemilang (SEG) telah menyampaikan ke Pemprov Sumsel bahwa 90% kepastian tidak akan melanjutkan pembangunan pipa gas bawah laut menuju kepulauan Bangka. Hal tersebut berkaitan dengan pembangunan yang dilakukan oleh PT PLN.

Terkait pembangunan jaringan bawah laut yang akan dilakukan PT PLN dalam mengirim tenaga listrik ke kepulauan Bangka, Plt Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Ekowati Retnaningsih dalam kesempatan itu meminta PLN untuk menyelesaikan terlebih dahulu permasalahan daerah, terkait 26 desa yang belum teraliri listrik. (tri)