Pengusaha Kemplang Palembang Butuh Bantuan Teknologi Canggih

Sabtu, 07 Februari 2026 06:54 WIB

Penulis:Nila Ertina

Pengusaha Kemplang Palembang Butuh Bantuan Teknologi Canggih
Pengusaha Kemplang Palembang Butuh Bantuan Teknologi Canggih (Foto WongKito.co/dok)

PALEMBANG, WongKito.co - Tak bisa dipungkiri Kota Palembang memiliki magnet yang kuat untuk berwisata kuliner. Beragam makanan khas kota Pempek sudah dikenal luas masyarakat Indonesia bahkan negeri-negeri tetangga, termasuk kerupuk dan kemplang.

Selain pempek yang bervariasi, kemplang juga menjadi kudapan khas yang dikenal sebagai bagian dari ciri makanan lokal asal Kota Palembang.

Ketua Perkumpulan Pengusaha Kemplang Kerupuk Palembang (PPKKP), Kurniawan, dalam kesempatan beraudiensi dengan Pemkot Palembang, Jumat (6/2/2026) mengatakan kerupuk 
kini telah menjadi salah satu komoditas yang diekspor.

Baca Juga:

Namun, pelaku usaha sampai kini masih terkendala peralatan modern, karena diproduksi secara tradisional, kata dia.

Ia mengatakan pihaknya membutuhkan bantuan peralatan dan teknologi produksi yang lebih modern agar daya saing produk usaha mikro kecil kemplang semakin meningkat di pasar global.

“Kalau bisa dibantu dengan alat dan teknologi yang lebih canggih, kami yakin bisa lebih optimal produksi kemplang," kata dia lagi.

Sebelumnya,  salah seorang pelaku usaha mikro yang memroduksi kerupuk, Sarnati berharap bisa memperoleh akses pembiayaan dari perbankan, khususnya untuk pengadaan mesin pembuat kerupuk dan mesin pengering.

Menurutnya, modernisasi alat produksi merupakan kebutuhan mendesak agar usaha seperti miliknya mampu memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan.

“Kalau ada mesin dan alat pengering, produksi bisa lebih stabil. Tidak tergantung cuaca, kualitas juga lebih bagus merata,” ujarnya.

Dari sisi bahan baku, Sarnati mengaku tidak mengalami kendala. Ikan segar tersedia setiap hari dari pasar, dengan standar kualitas yang ketat.

Sedangkan dari penjualan, ia mengungkapkan pernah menerima pesanan hingga   2 ton kerupuk untuk dikirim ke Bengkulu dan Lahat. Selain itu, pengiriman rutin ke luar negeri masih berlangsung hingga kini.

Namun, keterbatasan modal membuat pengembangan usaha berjalan lebih lambat dari potensi yang ada. Hingga kini, Sarnati mengaku belum pernah mengakses kredit perbankan  secara optimal.

Dukung Pengusaha Kemplang

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengatakan, Pemkot Palembang dan pelaku UMKM memiliki semangat yang sama untuk memajukan kota. Menurutnya, UMKM di Palembang jumlahnya sangat besar dan memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian, terutama dari sektor produk olahan seperti kerupuk dan kemplang.

“Produk olahan, termasuk kerupuk, menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Apalagi ini yang sudah menembus pasar ekspor, tentu ini membanggakan,” ujar dia.

Ia menegaskan, Pemkot Palembang berkomitmen untuk terus mensosialisasikan dan mempromosikan produk UMKM secara masif, salah satunya melalui berbagai kegiatan pameran.


“Pertemuan ini harus ditindaklanjuti. Soal bantuan, tentu harus sesuai koridor peraturan dan hukum yang berlaku. Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota sangat konsen mendorong pengembangan seluruh UMKM di Palembang,” jelasnya.

Baca Juga:


Aprizal juga mempersilakan PPKKP untuk menyampaikan kebutuhan dan usulan secara lebih teknis melalui koordinasi lanjutan dengan dinas terkait, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM. Ia menegaskan, Pemkot akan membantu sepanjang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Ini murni untuk mewujudkan Palembang yang berdaya dan sejahtera secara keseluruhan. Jika ada keluhan perizinan dan hal lain, silakan dikoordinasikan, akan kami bantu,” tegasnya.(*)