Selasa, 17 Februari 2026 18:13 WIB
Penulis:Redaksi Wongkito
Editor:Redaksi Wongkito

JAKARTA, WongKito.co – Netflix tampaknya tak pernah gagal dalam menghadirkan drama berkualitas yang mampu membuat penonton terpaku di depan layar. The Art of Sarah merupakan thriller misteri penuh kemewahan yang mengupas kehidupan glamor yang tak pernah disangka ternyata dibangun di atas serangkaian kejahatan penuh skandal.
Dibintangi oleh Shin Hye Sun sebagai Sarah Kim, serial ini mengupas kehidupan seorang perempuan radikal yang secara ajaib muncul sebagai sosialita kaya raya. Sarah Kim digambarkan sebagai sosok yang penuh perhitungan, memikat, dan cerdas, bergerak layaknya ratu elegan di atas papan catur. Setiap langkahnya dirancang dengan sengaja dan selalu mengarah pada hasil yang menguntungkannya.
Shin Hye Sun berhasil menghidupkan karakter tersebut dengan apik, menampilkan bagaimana Sarah berkelindan di antara dua kepribadian dan identitas berbeda yang ia ciptakan demi menipu serta memperdaya orang kaya dan elite.
Alur ceritanya mengingatkan pada kisah terkenal Anna Delvey dalam Inventing Anna, namun dibumbui sentuhan pembunuhan yang menyeramkan agar penonton tetap terpikat dan waspada. Dalam drama Korea ini, Sarah Kim muncul dengan setumpuk uang di dalam koper misterius yang ia manfaatkan secara strategis untuk mendekati orang-orang yang ia butuhkan dan inginkan demi membangun kerajaannya.
Awalnya, ia tampil lusuh, berantakan, dan terkesan konyol saat menerobos masuk ke toko mewah, mengobrak-abrik tas, dan bersikeras membeli semuanya. Namun tak lama kemudian, ia berubah total, menjadi sosok yang fasih, anggun, dan memikat.
Shin Hye Sun membawakan berbagai persona karakter ini dengan sangat mulus, mempertahankan topeng menyenangkan yang membuat Sarah tampak berkuasa alih-alih licik. Sarah Kim jarang menunjukkan emosi, kecuali saat itu menjadi alat untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, yang semakin menegaskan kecerdikan karakternya sekaligus kemampuan akting Shin Hye Sun dalam merefleksikannya.
Seperti yang dikatakan seseorang setelah bertemu dengannya, “Dia mendapatkan kepercayaanku hanya dengan tiga dolar.” Tak heran, ada banyak momen yang membuat penonton tergoda untuk memiliki kehidupan seperti Sarah.
Pada beberapa episode awal, Lee Jun Hyuk sebagai detektif Park Mu Gyeong tampil kuat dan meninggalkan kesan sebagai sosok detektif yang tegas. Namun, seiring alur cerita berpindah antara masa lalu dan masa kini untuk merangkai jaringan penipuan rumit yang ditenun Sarah, porsi kemunculannya terasa berkurang.
Meski keterlibatannya meningkat di episode-episode akhir, penyelesaian kasus justru terkesan seperti petunjuk yang datang begitu saja kepadanya, alih-alih hasil deduksi aktif yang ia bangun sendiri. Keberadaannya pun terasa lebih sebagai alat penggerak cerita, membuat penonton sekadar mengikuti arus plot yang terus berkembang.
Serial ini memang tetap memikat, tetapi kurang menghadirkan kekaguman terhadap kerja investigatif karakter yang seharusnya menjadi sorotan. Ia memiliki kecurigaan dan firasat, namun proses pemecahan misterinya tidak digarap dengan pendekatan yang tajam dan menggugah seperti tren di banyak serial lain.
Penggarapan musik latarnya dilakukan dengan sangat baik. Instrumen-instrumennya menyatu mulus dalam setiap adegan tanpa mengganggu dialog. Ada pula momen-momen hening yang sengaja dihadirkan sebagai isyarat agar penonton memberi perhatian lebih pada detail penting.
Dengan dukungan produksi dari Netflix, kualitas sinematografinya tentu digarap secara matang, sementara perpindahan antarkarakter dan alur cerita terasa halus dan tidak janggal. Kisahnya berkembang perlahan namun pasti, sebagai slow-burn yang solid, tanpa tergesa-gesa meloncat ke klimaks berikutnya sebelum merampungkan ketegangan sebelumnya dengan cermat.
Jika kamu sedang ingin menyaksikan kisah penuh intrik dengan plot twist sensasional, latar mewah, dan rencana-rencana kelam, The Art of Sarah layak masuk daftar tontonan. Sinematografinya digarap apik, pemilihan pemainnya solid, termasuk wajah-wajah baru dan ceritanya tetap menegangkan meski bergerak dengan tempo lambat dan stabil.
Penonton dibuat penasaran, bagaimana sebenarnya nasib Sarah Kim, benarkah ia mati, atau hanya memalsukannya? Serial ini juga menyentil gaya hidup konsumtif, sekaligus menunjukkan betapa mudahnya seseorang berpura-pura sukses hingga akhirnya benar-benar mencapainya.
Bagi yang belum menonton, kalian bisa nonton di platform Netflix. Ingat, jangan nonton di situs streaming seperti LokLok, Rebahin, Juraganfilm, LK21, IndoXXI, Indofilm, Oppadrama, PusatFilm, Bioskopkeren, Garasi Film 21, dan Layarkaca21, kaena situs tersebut ilegal.
Jika kamu nonton di platform ilegal, hal tersebut berisiko terpapar malware berbahaya, ancaman penipuan dan pencurian data.
Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com, jejaring media WongKito.co, pada 16 Februari 2026.