Minggu, 04 Januari 2026 15:30 WIB
Penulis:Redaksi Wongkito
Editor:Redaksi Wongkito

JAKARTA, WongKito. o – Jika resolusi Tahun Baru kamu adalah berhenti memakai tiga pakaian yang sama secara bergantian, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Dilansir dari BBC, berkat cara kerja kalender mode, kita sudah tahu apa yang menurut para ahli terkemuka di industri ini akan kita kenakan saat cuaca menjadi sedikit lebih hangat.
Berbagai merek memamerkan desain mereka untuk musim semi/musim panas mendatang melalui peragaan busana di London, Paris, Milan, dan New York awal tahun ini. Berikut enam tren terpopuler yang bisa kamu masukkan ke dalam lemari pakaianmu di tahun 2026.
Berikut tren gaya yang perlu diperhatikan di tahun 2026:
1. Berani Tampil Nyentrik
Biasanya, mode musim semi identik dengan motif bunga kecil dan warna pastel yang lembut, tapi peragaan busana musim ini justru menonjolkan warna-warna blok yang berani.
Catwalk dari rumah mode besar seperti Loewe, Dior, dan Fendi dipenuhi dengan warna-warna cerah seperti kuning, merah, dan hijau, bahkan beberapa menampilkan kombinasi warna untuk efek dramatis yang lebih kuat.
Peragaan desainer asal Belgia Meryll Rogge juga menampilkan busana mencolok dalam warna biru elektrik yang memikat perhatian.
2. Kemewahan yang Mencolok
Tahun 2025 didominasi oleh tren quiet luxury, mengutamakan kesederhanaan dan keanggunan, yaitu memilih busana klasik abadi dengan bahan berkualitas yang dapat dikenakan berulang kali. Namun, dunia mode tampaknya sudah siap meninggalkan gaya itu dan memasuki era loud luxury yang lebih mencolok.
Tema maksimalisme sangat terlihat pada peragaan musim mendatang, berfokus pada gaun dan rok yang bervolume, bahan mewah, dan perhiasan besar yang mencuri perhatian.
Para model Saint Laurent mengenakan pakaian serba hitam dari ujung kepala hingga ujung kaki yang terbuat dari kulit, sementara model Missoni mengenakan desain motif chevron khas mereka, lengkap dengan kalung yang mencolok. Balenciaga dan Chanel berfokus pada bulu-bulu dengan warna dan tekstur yang dramatis.
3. Rumbai dan Hiasan Gantung
Pilihan mode sering mencerminkan apa yang terjadi di dunia sekitar kita, dengan beberapa peramal tren menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pakaian berhias, seperti tas berrumbai dan rok dengan fringing, dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global.
Di masa-masa sulit secara finansial, barang-barang investasi dengan desain yang berani dan menarik perhatian menjadi pilihan utama sebagai cara untuk menambahkan sesuatu yang istimewa pada pakaian yang biasa-biasa saja.
Peragaan label asal Australia, Aje, menampilkan banyak pakaian dengan rumbai yang menawan, sementara model Balmain memamerkan tas messenger suede besar di catwalk. Gaun dan celana dengan rumbai dan tassel neon dari Ellie Saab dan Louis Vuitton juga mencuri perhatian, saat model berjalan anggun menapaki runway.
4. Tekstur
Kita tahu bahwa hiasan menjadi salah satu tren terbesar untuk musim semi dan panas mendatang, dengan item bertekstur mewah yang juga banyak terlihat di berbagai catwalk.
Peragaan busana Chloe yang memesona menampilkan bustier bermotif bunga dan atasan serta gaun berkerut elegan, sementara model-model Moschino mengenakan setelan dua potong berkerut dan berenda dengan warna-warna yang kontras.
Peragaan busana Zimmermann menampilkan lapisan dan hiasan yang dramatis, sementara Isabel Marant mengambil arah yang sama sekali berbeda, dengan rok rara berlapis yang dihiasi pom-pom.
5. Kembalinya Trench Coat
Trench coat menjadi item wajib di banyak lemari pakaian, sangat cocok untuk musim peralihan antara musim semi dan panas, maupun antara musim gugur dan dingin.
Musim ini, trench coat terlihat di mana-mana, kebanyakan tetap dengan warna beige klasik, tapi beberapa rumah mode menambahkan sentuhan unik, seperti lining dalam yang cerah ala Celine atau variasi bahan dan warna di Saint Laurent.
Peragaan Ellie Saab menampilkan trench coat yang ramping dan dipasang ikat pinggang ketat, sementara desain Givenchy hadir dengan warna lebih terang, dilengkapi kancing dan gesper hitam yang tegas.
6. Baju Kerja yang Stylish
Di tengah maksimalisme, warna-warna berani, dan tekstur yang ditampilkan di pekan mode musim ini, terdapat sesuatu untuk para penggemar mode yang lebih berorientasi korporat.
Beberapa rumah mode membuat tampilan profesional terlihat keren dan menyenangkan, dengan Stella McCartney dan Bottega Veneta menghadirkan versi baru dari setelan klasik wanita, terinspirasi dari tren power dressing era 1980-an.
Beberapa desainer juga menambahkan sentuhan kreatif pada konsep seragam, seperti memadukan gaun dengan kemeja atau sweater. Thom Browne bahkan membawa konsep ini lebih jauh dengan membuat rok yang seluruhnya terbuat dari dasi.
Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com, jejaring media WongKito.co, pada 4 Januari 2025.