Unsri-LDKPI Perkuat Internasionalisasi Kampus

Selasa, 19 Mei 2026 17:44 WIB

Penulis:Nila Ertina

WhatsApp Image 2026-06-09 at 20.33.50 (1).jpeg
(null)

PALEMBANG, WongKito.co  – Universitas Sriwijaya (Unsri) bekerja sama dengan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) guna memperkuat upaya internasionalisasi kampus.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Ruang Rapat Kantor Pusat Administrasi Kampus Bukit Besar Unsri, Palembang, belum lama ini.

Wakil Rektor IV Unsri, Prof. Dr. Eng. Ir. H. Joni Arliansyah, mengatakan internasionalisasi menjadi salah satu agenda strategis yang terus dikembangkan oleh Unsri.

Baca Juga:

Menurutnya, keberadaan LDKPI memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan pendidikan nasional sekaligus memperluas jejaring internasional perguruan tinggi Indonesia.

“Kami menganggap LDKPI sangat penting dan strategis. Ini merupakan bagian dari peran Indonesia dalam memperkuat pembangunan, khususnya di bidang pendidikan,” ujarnya.

Joni menjelaskan, Unsri saat ini terus meningkatkan daya saing internasional melalui pengembangan infrastruktur akademik, penguatan layanan kampus, serta perluasan kerja sama global.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah penerimaan mahasiswa asing dalam jumlah lebih besar, termasuk melalui program doktor internasional.

“Kami memiliki program untuk mendatangkan sekitar 200 mahasiswa asing. Infrastruktur pendukung telah disiapkan, termasuk laboratorium nasional,” katanya.

Selain itu, Unsri juga menyediakan berbagai program beasiswa internal bagi mahasiswa asing jenjang magister dan doktor.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat mahasiswa internasional untuk melanjutkan studi di Unsri.

Saat ini Unsri memiliki sekitar 39 ribu mahasiswa, dengan sekitar 10 persen di antaranya merupakan mahasiswa pascasarjana.

Universitas tersebut juga memiliki sekitar 3 ribu dosen dan telah merekrut sekitar 500 dosen baru dalam dua tahun terakhir.

“Kami terus berupaya mencarikan beasiswa doktor bagi dosen-dosen baru agar kualitas akademik semakin meningkat,” tambahnya.

Joni juga menyebut sejumlah program studi di Unsri telah memperoleh akreditasi internasional, termasuk pengakuan dari lembaga akreditasi internasional yang berbasis di Amerika Serikat.

Sementara itu, Direktur Utama LDKPI, Dalyono, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menegaskan komitmen LDKPI untuk berkolaborasi dengan Unsri dalam memperluas dampak program pendidikan internasional.

“Kami senang dapat berkolaborasi dan bersama-sama merumuskan berbagai kebijakan yang memberikan manfaat lebih luas,” ujarnya.

Menurut Dalyono, LDKPI memiliki mandat untuk mengelola dana hibah dan dana abadi pendidikan yang dioptimalkan guna mendukung program-program pembangunan jangka panjang, termasuk di sektor pendidikan tinggi.

Ia menilai internasionalisasi kampus menjadi salah satu fokus penting pendidikan tinggi Indonesia. Oleh karena itu, LDKPI mendukung berbagai upaya perguruan tinggi dalam menarik mahasiswa asing, baik melalui jalur mandiri maupun program beasiswa.

“Target internasionalisasi cukup besar, baik dalam menghadirkan kampus maupun dosen bertaraf internasional. Mahasiswa asing diharapkan dapat datang melalui berbagai skema pendanaan,” katanya.

Dalyono mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir terdapat 286 mahasiswa asing yang telah mengikuti Program TIAS (The Indonesian AID Scholarship) yang dikelola LDKPI.

Baca JUga:

Ia berharap kerja sama dengan Unsri dapat semakin memperluas peluang pengembangan pendidikan internasional di Indonesia.

Pada hari yang sama, LDKPI juga menggelar talkshow bertajuk “UNSRI bersama Indonesian AID: Mempererat Diplomasi, Memperkuat Ekonomi” di Aula Pascasarjana Unsri.

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Utama LDKPI Dalyono, Dekan FISIP Unsri Ardiyan Saptawan, serta dosen Hubungan Internasional FISIP Unsri Ferdiansyah R sebagai narasumber.

Talkshow membahas peran strategis kerja sama internasional dalam mempererat hubungan antarnegara sekaligus mendukung pembangunan ekonomi. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya diplomasi pendidikan dan kolaborasi global untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat internasional.(*)