GayaKito
5 Cara Atur Keuangan Ramadan Tetap Stabil hingga Lebaran
JAKARTA, WongKito.co – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah. Periode ini juga dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengatur dan menyisihkan keuangan. Selama satu bulan penuh, umat Muslim menjalankan puasa dengan membatasi makan dan minum hanya pada waktu sahur dan berbuka, sehingga secara teori kebutuhan konsumsi harian seharusnya menurun.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang justru mengalami peningkatan pengeluaran. Hal ini kerap dipicu oleh kebiasaan berbuka puasa bersama teman maupun keluarga yang sering dilakukan di restoran atau tempat makan tertentu, sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar dibandingkan hari biasa.
Melansir dari laman resmi Bank Muamalat, Kamis, 19 Februari 2026, cara mengatur keuangan selama Ramadan dapat dilakukan dengan beberapa hal, yaitu:
1. Buat Anggaran Khusus Ramadan

Selama Ramadan, pola pengeluaran biasanya berubah dan cenderung meningkat. Oleh karena itu, penting untuk memisahkan anggaran Ramadan dari pengeluaran rutin bulanan. Dalam hal ini, Anda dapat menyusun daftar kebutuhan utama seperti bahan makanan untuk sahur dan berbuka, pembayaran zakat, sedekah, hingga biaya kegiatan sosial.
Tetapkan batas nominal untuk setiap pos agar pengeluaran tetap terkendali. Dengan perencanaan sejak awal, Anda bisa mengatur arus kas secara terarah dan tidak baru menyadari pembengkakan biaya setelah dana menipis.
2. Hitung dan Siapkan Dana Zakat Sejak Awal
Bagi yang telah memenuhi syarat wajib zakat, perhitungkan zakat maal sebesar 2,5% dari harta yang telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun. Masukkan kewajiban ini ke dalam anggaran Ramadan agar tidak tercampur dengan kebutuhan konsumsi harian.
Menyiapkan dana zakat lebih awal membantu menjaga kedisiplinan finansial sekaligus memastikan kewajiban dapat ditunaikan tepat waktu tanpa mengganggu pos pengeluaran lain.
3. Kurangi Belanja Impulsif

Ramadan selalu identik dengan berbagai promo, diskon makanan berbuka, hingga penawaran pakaian Lebaran. Tanpa perencanaan, pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali dapat menjadi beban besar.
Cobalah membuat daftar belanja sebelum bertransaksi dan prioritaskan kebutuhan dibanding keinginan. Langkah sederhana ini efektif menekan pemborosan dan menjaga anggaran tetap sesuai rencana.
4. Rencanakan Biaya Lebaran Sejak Dini
Selain kebutuhan selama puasa, biaya menjelang Idulfitri juga perlu diperhitungkan, seperti ongkos mudik, pemberian THR untuk keluarga, serta kebutuhan hari raya lainnya. Tentukan batas maksimal pengeluaran sesuai kemampuan finansial.
- Layanan Tukar Uang Dibuka, Cek Cara Mudahnya Lewat PINTAR BI
- Pertahankan Rumah Panggung untuk Hindari Banjir
- Bertahannya Nadi Kehidupan Tepi Sungai Palembang
Saat melakukan perencanaan, hindari menggunakan dana darurat atau berutang hanya untuk memenuhi kebutuhan musiman, karena hal tersebut dapat mengganggu stabilitas keuangan setelah Ramadan berakhir.
5. Tetap Sisihkan Dana untuk Tabungan

Meskipun pengeluaran meningkat, kebiasaan menabung sebaiknya tetap dipertahankan selama Ramadan. Sisihkan sebagian pendapatan di awal saat menerima gaji, bukan menunggu sisa di akhir bulan. Cara ini membantu menjaga keseimbangan keuangan dan memastikan kondisi finansial tetap aman setelah periode Ramadan dan Lebaran selesai.
Mengelola keuangan selama Ramadan bukan berarti membatasi diri secara berlebihan, melainkan memastikan setiap pengeluaran direncanakan dengan bijak. Dengan perencanaan yang matang dan disiplin menjalankannya, kebutuhan ibadah, sosial, dan konsumsi dapat terpenuhi tanpa mengganggu kesehatan keuangan secara keseluruhan
Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com, jejaring media WongKito.co, pada 19 Februari 2026.

