Aksi Bersih Kawasan Konservasi, 3 Gajah Dilindungi Bertahan di TWA Lembah Serelo

Sejumlah siswi SD mengikuti aksi bersih di kawasan konservasi TWA Lembah Serelo, Lahat, Jumat (14/8/2026) (Foto WongKito.co/Rahayu)

LAHAT, WongKito.co — Aksi bersih kawasan konservasi di Taman Wisata Alam (TWA) Lembah Serelo, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, pada Jumat (14/8/2026), tidak hanya menjadi gerakan membersihkan sampah. Kegiatan tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kawasan sebagai habitat satwa dilindungi.

Dalam aksi bertajuk “Bersih Indonesia Asri” dan merupakan bagian dari Gerakan Nasional 81 Aksi Kehutanan untuk Kemerdekaan Indonesia dengan tema "Dari Hutan untuk Indonesia, Serentak Bergerak, Hutan Lestari, Indonesia Maju,".

Peserta juga dikenalkan dengan tiga ekor gajah yang masih berada di kawasan TWA Lembah Serelo. Ketiganya diketahui bernama Linda, Elvi, dan Tika.

Plh Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Khairil Anwar, mengatakan keberadaan tiga gajah tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan konservasi memiliki fungsi penting sebagai ruang hidup satwa.

Baca Juga:

Karena itu, menjaga kebersihan kawasan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan masyarakat, tetapi juga mendukung kelestarian habitat dan ekosistem, kata dia.

Aksi bersih kawasan konservasi berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di kawasan TWA Lembah Serelo, Jalan Kol. H. Abdul Lani, Simpang Telatang, Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

Peserta membersihkan sampah dan lingkungan sekitar kawasan TWA Lembah Serelo. Kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, pelajar, kader konservasi, komunitas lingkungan, pelaku usaha hingga warga sekitar.

Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Kepala Desa Padang Merapi Selatan, Kepala Desa Ulak Pandan Merapi Barat, Kepala SD Negeri 5 Merapi Selatan, Komunitas Anak Padi Desa Muara Maung, Kader Konservasi, pelajar SD Negeri 5 Merapi Selatan, pelaku usaha, serta masyarakat sekitar TWA Lembah Serelo.

Jaga Habitat Gajah

Keberadaan Linda, Elvi, dan Tika menunjukkan bahwa kawasan TWA Lembah Serelo masih memiliki fungsi ekologis sebagai ruang hidup gajah yang dilindungi.

Kondisi tersebut membuat upaya menjaga kawasan konservasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembersihan sampah. Kelestarian hutan dan habitat juga perlu menjadi perhatian bersama agar satwa dapat bertahan di ruang hidupnya.

Baca Juga:

Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan tersebut. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi memiliki peran dalam menjaga kebersihan sekaligus mencegah kerusakan lingkungan.

Aksi bersih ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari. Kesadaran untuk menjaga kawasan konservasi secara berkelanjutan diperlukan agar fungsi ekologis TWA Lembah Serelo tetap terpelihara.

Selain menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman, upaya tersebut juga diharapkan dapat memberikan ruang hidup yang lebih baik bagi satwa dilindungi, termasuk tiga gajah yang masih berada di kawasan tersebut.(JW-Ayu)

Editor: Nila Ertina

Related Stories