Ragam
Bantu Korban Banjir, BSI Maslahat Bagi Al-Qur’an di Sumatra
WongKito.co- BSI Maslahat bersama IIKBSI menyalurkan bantuan Rp30 juta untuk anak dan santri penyintas banjir di Sumatra melalui kegiatan bakti sosial.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh IIKBSI Kantor Pusat kepada BSI Maslahat di Masjid Baitus Salamil Ikram, The Tower, pada Selasa (7/1). Bantuan akan disalurkan dalam bentuk Al-Qur’an serta buku-buku yang sangat dibutuhkan anak-anak dan santri yang terdampak bencana.
Pembina Utama IIKBSI Pusat, Lisa Yovita Siregar, menyampaikan bahwa donasi ini lahir dari kepedulian dan rasa solidaritas seluruh anggota IIKBSI.
Donasi ini murni dari rasa kebersamaan dan kepedulian IIKBSI.
“Terima kasih kepada BSI Maslahat yang selalu menjadi garda terdepan dalam berkolaborasi untuk menebar kebaikan,” ujarnya.
Baca Juga :
- Inilah Dampak ESG bagi Perusahaan dan Saham
- Rhenald Kasali: Bisnis 2026 Digerakkan AI
- Urban Farming Jadi Strategi Pangan di Tengah Perubahan Iklim
Direktur Sales & Distribution BSI Maslahat, Nasrudin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mulia tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Pembina & Pengurus IIKBSI Pusat. InsyaAllah, amanah ini akan kami salurkan dengan cepat dan tepat kepada anak-anak dan para santri yang terdampak bencana,” ujarnya.
Pasca banjir besar yang melanda Sumatra, ribuan anak kehilangan buku belajar mereka yang lenyap tersapu derasnya air yang meluluh lantakkan rumah dan sekolah.
Tak hanya itu, sejumlah pesantren turut mengalami kerusakan sarana dan prasarana, sehingga aktivitas belajar dan menghafal Al-Qur’an pun terhenti sementara.
Baca Juga :
- Simak Ini Sebab Gen Z Enggan Menikah
- Yuk Buat Roti Croissant Isi Keju dan Ayam
- Satukan Suara, untuk Koalisi Transisi Energi Berkeadilan
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu anak-anak sekolah kembali menata mimpi dan semangat belajar mereka pasca banjir.
Bagi para santri, bantuan Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi cahaya untuk kembali menghidupkan lantunan hafalan dan aktivitas pesantren yang sempat terhenti.

