Begini Tren Konsumsi Serat yang Ramai di TikTok

Ilustrasi makanan tinggi serat. (freepik.com/jcomp)

JAKARTA, – Tidak diragukan lagi, serat telah menjadi suplemen yang paling populer dalam beberapa tahun terakhir. 

Hal ini masuk akal, mengingat manfaatnya yang beragam, mulai dari mendukung kesehatan pencernaan hingga membantu pengelolaan berat badan.

Seperti tren kesehatan populer lainnya, serat perlahan-lahan merambah algoritma TikTok. Banyak pengguna menyoroti berbagai manfaat serat dan mengajak pengikutnya untuk memprioritaskan makanan tinggi serat. Bahkan, muncul istilah baru, “fibermaxxing,” untuk menggambarkan fokus berlebihan pada konsumsi serat.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan fibermaxxing, dan apakah tren kesehatan dari media sosial ini layak untuk dicoba?

Baca juga:

Apa Itu Fibermaxxing?

Dilansir dari Women’s Health, secara teknis, fibermaxxing bukan istilah medis, tetapi didasarkan pada rekomendasi nutrisi tentang berapa banyak serat yang harus dikonsumsi dalam sehari.

“Praktik ini mendorong untuk memaksimalkan asupan serat dalam makanan dan camilan untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan kesejahteraan secara keseluruhan,” jelas Sara K. Riehm, RD, ahli gizi di Orlando Health Center for Health Improvement.

Dalam fibermaxxing, tujuannya adalah memenuhi atau melampaui asupan serat harian yang direkomendasikan, yang biasanya antara 25 hingga 38 gram untuk orang dewasa. Orang-orang melakukan ini dengan mengonsumsi berbagai makanan kaya serat dan terkadang dengan menggunakan suplemen.

Sebagai informasi, beberapa sumber serat makanan terbesar menurut Dietary Guidelines for Americans antara lain sereal tinggi serat tanpa pemanis, gandum bulgur, kacang lima, kubis Brussel, dan ubi jalar. Riehm menjelaskan bahwa kandungan serat tertinggi umumnya ditemukan pada makanan nabati.

Terdapat dua jenis serat utama, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat larut berfungsi memperlambat proses pencernaan, sementara serat tidak larut membantu mempercepat pencernaan. Menurut Riehm, kedua jenis serat ini dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, misalnya untuk membantu mengatasi diare atau sembelit.

Mengapa Orang-orang Melakukan Fibermaxxing?

Ilustrasi makanan tinggi serat. (freepik.com)

Mendapatkan cukup serat memang sangat baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Serat adalah makronutrien dengan banyak manfaat kesehatan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa hanya 5% orang yang mendapatkan cukup serat dalam diet mereka.

“Serat akan membantu menjaga pergerakan usus besar Anda tetap teratur,” kata direktur medis di MemorialCare Surgical Weight Loss Center sekaligus ahli bedah umum dan bedah bariatrik, Mir Ali, MD.

“Serat juga membantu mempertahankan flora usus yang sehat, yang penting untuk menjaga metabolisme dan kadar hormon tetap normal,” imbuhnya.

Serat juga dapat membantu menurunkan kolesterol. “Serat larut akan mengikat molekul kolesterol dan membantu kita mengeluarkannya daripada diserap ke dalam aliran darah,” kata Riehm. Karena serat larut dicerna lebih lambat, serat ini juga membantu mengontrol gula darah.

Menurut Dr. Ali, serat bahkan menambah volume pada makanan, membuatmu merasa kenyang lebih lama, dan berpotensi membantu menurunkan berat badan.

“Ini adalah nutrisi super yang sangat ampuh, jadi memasukkan lebih banyak nutrisi ini ke dalam diet kita benar-benar dapat memberikan dampak positif pada kesehatan kita,” tambah Riehm.

Apakah Fibermaxxing Aman?

Sebagian besar ahli mengatakan tidak masalah untuk mencoba fibermaxxing. “Ini adalah salah satu tren nutrisi teraman yang pernah saya lihat,” kata Riehm.

“Tren ini berfokus pada mengonsumsi makanan padat nutrisi dan memasukkan lebih banyak salah satu komponen paling bermanfaat dalam diet kita,” imbuh dia.

Namun, tentu saja, setiap orang berbeda. “Selalu ada kemungkinan seseorang mengonsumsi terlalu banyak hal yang baik,” kata Riehm.

“Ada kondisi saluran pencernaan tertentu di mana mengonsumsi serat dalam jumlah tinggi tidak tepat, dan kamu mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menerapkan rencana makan seperti ini,” jelasnya.

Bagaimana Cara Memulai Fibermaxxing?

 

Dr. Ali dan Riehm menekankan pentingnya meningkatkan asupan serat secara bertahap. Artinya, jangan tiba-tiba mengonsumsi banyak serat jika sebelumnya kamu jarang mengonsumsinya. Jika tidak, kamu bisa mengalami perut kembung dan bergas.

“Kamu juga perlu memastikan asupan cairan. Jika tidak minum cukup cairan, serat dapat menyebabkan sembelit,” kata dr. Ali.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 24 Jan 2026 

Bagikan

Related Stories