Ragam
Cadangan Beras 4 Juta Ton, Mentan Jamin Cukup Hingga Akhir 2026
WongKito.co- Ketersediaan pangan terutama beras dalam kondisi aman bahkan masih mencukupi sampai akhir tahun 2026.
“Hari ini (cadangan beras) mencapai empat juta ton, data dua hari lalu sudah empat juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai lima juta ton, Bapak Presiden,” ujar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
Hal itu diungkapkan Mentan saat menyampaikan laporannya pada Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat.
Kabar baik lainnya bukan hanya stok beras saja dalam kondisi aman, Mentan menyebut ada beberapa hal yang menjadi perkembangan positif di sektor komoditas unggulan lainnya.
Baca Juga :
- Kembangkan Produk Unggulan, Bank Sumsel Babel Dukung Penguatan Wastra
- Harga RAM Global Anjlok, Ini Penyebab Pasar Dalam Negeri Masih Mahal
- Sinergi Ultra Mikro BRI Dukung Perempuan Ini Ubah Limbah Jadi Cuan
Seperti peningkatan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) yang mengalami kenaikan signifikan. Adanya peningkatan ekspor minyak sawit turut semakin memperkuat kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan.
“Ada kabar menarik Bapak Presiden, untuk CPO kita, ekspor kita naik enam juta ton. Sedangkan kita butuh untuk biofuel 5,3 juta ton, jadi Alhamdulillah naik,” terangnya.
Selain itu untuk kinerja sektor pertanian juga terlihat dari kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Mentan mengatakan jika Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian mencapai 5,74 persen, yang merupakan capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
Baca Juga :
- HUT ke-14, Pupuk Indonesia Perkuat Rantai Pasok Pupuk
- Harga Emas Antam Turun Rp26 Ribu, Berikut Rinciannya
- Begini Resep Kerupuk Ubi Ungu yang Enak
“PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun, 5,74 persen PDB sektor pertanian. Kemudian NTP (Nilai Tukar Petani), tingkat kesejahteraan petani, tertinggi selama 33 tahun,” katanya.
Pencapaian yang diperoleh tersebut menurut Mentan juga dipengaruhi beragam faktor seperti kebijakan pemerintah. Termasuk kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) serta penurunan harga pupuk yang turut meningkatkan kesejahteraan petani.
“Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan juga pupuk, harga pupuk turun 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan,” ujarnya.

