Cek Review Film Animasi Jumbo yang Tayang Lebaran 2025

Film animasi Indonesia, Jumbo, tayang Lebaran 2025 di bioskop. (imdb)

JAKARTA – Film Jumbo menjadi salah satu tayangan Lebaran 2025 yang paling dinantikan masyarakat Indonesia. Animasi karya komika Ryan Adriandhy ini melibatkan lebih dari 420 kreator asal Indonesia dalam proses pembuatannya.

Film ini mengisahkan tentang Don seorang anak yatim piatu berusia 10 tahun, yang memiliki tubuh gemuk sehingga sering dipanggil Jumbo. 

Don ditinggalkan sebuah buku cerita berjudul Pulau Gelembung dari orang tuanya yang telah meninggal. Sering dibuli teman-temannya, Don bertekad membuktikan kemampuannya dengan membuat pertunjukan seni berdasarkan cerita dalam buku tersebut, lengkap dengan lagu ciptaan ibunya.

Baca juga:

Dengan bantuan Oma dan dua sahabatnya, Mae dan Nurman, Don berusaha mewujudkan impiannya. Namun, salah satu pembuli, Atta, mencuri buku Don. Dalam kebingungannya, ketiga sahabat itu bertemu dengan Meri, arwah gadis kecil yang terpisah dari orang tuanya.

Don dan Meri pun sepakat untuk saling membantu, meskipun perjalanan mereka penuh dengan berbagai rintangan. Film ini sudah tayang di bioskop Indonesia. Kalian bisa segera menonton ke bioskop terdekat di kota kalian sekaligus untuk mengisi libur Lebaran.

Beberapa artis terkenal seperti Bunga Citra Lestari, Ariel Noah, Cinta Laura, dan Angga Yunanda turut ambil bagian sebagai pengisi suara dalam animasi ini. Film Jumbo diproduseri oleh Anggia Kharisma, produser animasi anak Nussa.

Jumbo telah tayang sejak, 31 Maret 2025 saat Lebaran. Tidak hanya di Indonesia, animasi yang dikerjakan sejak tahun 2020 ini juga tayang serentak di 17 negara.

Buat kalian yang belum nonton, berikut beberapa review kenapa kalian harus nonton film animasi Jumbo. Yuk, simak artikel berikut!

Alur Cerita yang Mulus

Alur cerita Jumbo mengalir dengan mulus, mempertahankan tempo yang tepat dari awal hingga akhir. Lima babak dalam film ini tersusun dengan rapi, menyajikan konflik yang kompleks namun tetap mudah dipahami. Dialog-dialog yang cerdas dan alami menambah kedalaman pada setiap karakter, membuat mereka terasa hidup dan nyata.

Bangkitkan Nostalgia Masa Kecil

Seperti kapsul waktu yang membawa penonton kelahiran 1981 hingga 1996 kembali ke masa kecil mereka, Jumbo berhasil menghidupkan kembali kehangatan pertemanan di era tersebut.

Film ini dengan cermat menangkap esensi kehidupan anak-anak pada masa itu, menghadirkan nostalgia mendalam bagi mereka yang pernah menikmati masa kecil sebelum perangkat teknologi canggih mendominasi perkembangan generasi.

Sejak awal, film ini menyajikan nuansa khas Indonesia, mulai dari rumah-rumah sederhana beratap genteng hingga interaksi warga yang tergambar jelas dalam percakapan mereka. Kehangatan masa kecil generasi milenial semakin terasa dengan kehadiran permainan kasti, kebersamaan di lapangan terbuka, serta intrik kecil yang muncul saat ada pemain yang kalah.

Setiap Karakter Memiliki Latar Belakang Berbeda

Salah satu yang memperkuat cerita dalam film Jumbo adalah penggambaran latar belakang para karakter utamanya. Contohnya, Don (Prince Poetiray) diceritakan sebagai seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama neneknya. Karena tubuhnya yang besar, ia sering menjadi korban perundungan dan mendapat julukan Jumbo.

Ada juga arwah seorang gadis kecil bernama Meri (Quinn Salman) yang merasa kesepian dan berusaha mencari orang tuanya yang hilang. Tidak hanya kedua tokoh utama tersebut, karakter pendukung seperti Nurman, Mae, Atta, Acil, dan Pak Kades juga memiliki latar belakang masalah masing-masing.

Sebagai sutradara, Ryan berhasil menyusun kisah yang kompleks ini dalam alur cerita yang padat dan terstruktur.

Kisahnya yang Dekat dengan Penonton

Tokoh-tokoh dalam film Jumbo terasa begitu dekat dengan penonton Indonesia. Ada Don, anak bertubuh gemuk yang kerap dirundung karena dianggap lamban saat bermain. Nurman, penggembala kambing yang ramah dan setia kawan.

Maesaroh, gadis ceria yang mudah bergaul, serta Atta, anak yang populer berkat keahliannya dalam bermain. Interaksi mereka mencerminkan kehidupan sosial di masa itu, di mana perundungan sudah menjadi permasalahan sejak usia dini.

Selain itu, Jumbo juga menghadirkan unsur-unsur lokal dalam ceritanya, seperti alasan pembongkaran makam yang dikaitkan dengan proyek pembangunan jalan—sebuah isu sosial-ekonomi yang sering muncul pada masa tersebut.

Kekompakan Geng Jumbo Patut Ditiru

Penonton diajak melihat kekompakan Geng Jumbo yang terdiri dari Don, Nurman, Mae, dan Meri. Salah satu contohnya adalah ketika mereka bekerja sama untuk mewujudkan Pulau Gelembung demi membahagiakan orang tua Don.

Dari persahabatan mereka, terdapat banyak pelajaran moral yang bisa diambil. Salah satunya adalah pentingnya saling mengerti dan memahami satu sama lain. Geng Jumbo juga mengajarkan kita untuk berani meminta maaf dan cepat menyadari kesalahan yang telah dilakukan.

Visual dan Kualitas yang Bagus

Secara visual, Jumbo merupakan sebuah sajian yang memanjakan mata. Animasi yang penuh detail dan halus, warna-warna cerah dan hidup, serta gerakan yang dinamis membentuk dunia yang memukau. Penggunaan teknik animasi yang canggih memperlihatkan bahwa industri animasi Indonesia telah mencapai tingkat standar internasional.

Dengan durasi 1 jam 42 menit, Jumbo menyajikan lebih dari sekadar animasi berkualitas. Film ini sangat menyentuh, membangkitkan nostalgia masa kecil, dan mengajak penonton untuk merenungkan arti penting keluarga dan persahabatan. Tak heran jika Jumbo diproyeksikan untuk tayang di 17 negara.

Pesan Moral yang Relevan

Film ini menyampaikan nilai-nilai penting seperti persahabatan, keberanian, dan empati. Pesan moral dalam Jumbo disampaikan dengan halus, tanpa terkesan menggurui. Film ini mengajak penonton untuk merenungkan nilai-nilai penting seperti persahabatan, keberanian, dan empati.

Melalui petualangan Don, kita diajarkan bahwa setiap orang memiliki cerita dan perjuangannya sendiri, dan bahwa mendengarkan adalah kunci untuk memahami serta menjalin hubungan yang lebih dalam dengan mereka.

Seluruh cerita dalam film ini memiliki pesan dan perasaan yang luar biasa, yang tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa. Film ini mengingatkan kita tentang menjadi manusia dengan segala kekurangan dan kelebihan serta segala hal yang terjadi dalam hidup kita.

Hal ini yang membuat penonton, terutama penonton dewasa, merasa terhubung dengan karakter-karakter dan perasaan mereka. Pada akhirnya, tak jarang kita merasa bahwa itu adalah cerminan diri kita sendiri.

Secara keseluruhan, Jumbo adalah film yang luar biasa. Salah satu film terbaik tahun ini. Film ini bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk semua usia.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Distika Safara Setianda pada 03 Apr 2025 

Bagikan

Related Stories