KabarKito
Hari Tanpa Hujan Sumatera Selatan Masih Sangat Pendek
PALEMBANG, WongKito.co - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan kondisi Hari Tanpa Hujan atau HTH di sebagian wilayah Sumsel masih sangat pendek. Berdasarkan informasi iklim pertanggal 28 Februari 2026 disebutkan, hujan diprediksi masih mengguyur sebagian Sumsel.
“Sebagian besar Wilayah Sumsel diprediksi mengalami curah hujan hingga kategori menengah pada pekan awal Maret 2026. Kami imbau tetap waspada terhadap potensi kejadian ekstrem dan bencana hidrometeorologi,” ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis, Sabtu (28/2/2026).
Curah hujan pada dasarian III Februari 2026 di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan berada pada kategori rendah (0-50 mm). Sedangkan, sebagian besar OKU Selatan, sebagian kecil OKU bagian Barat, Ogan Ilir bagian Tengah, Empat Lawang bagian Utara dan Barat, Banyuasin bagian Selatan berada pada kategori menengah (50-100 mm).
“Curah hujan tertinggi terjadi di pos hujan Simpang Campang, Kec. Kisam Ilir, Kab. OKU Selatan sebesar 126.0 mm,” jelasnya.

Laporan BMKG menyebutkan, sifat hujan pada dasarian III Februari 2026 di wilayah Sumatera Selatan dominan dengan sifat hujan bawah normal.
Sebagian besar Ogan Komegin Ilir bagian Tengah, sebagian Empat Lawang bagian Utara, sebagian kecil Palembang bagian Utara, Banyuasin bagian Selatan, Musi Banyuasin bagian Timur, OKU Timur bagian Timur, OKU bagian Selatan, Lahat bagian Timur, Pagar Alam bagian Timur, Muara Enim bagian Timur, OKU Selatan bagian Selatan mengalami sifat hujan normal.
- Toys Gen Palembang, Surga Mainan Kidult dari Toys Kingdom
- Cek 6 Drama Korea Terbaru Tayang di Bulan Maret 2026
- Intip Yuk Resep Lapis Maizena
Sementara sebagian besar OKU Selatan, sebagian kecil Palembang bagian Utara, OKI bagian Selatan, Empat Lawang bagian Utara, Musi Banyuasin bagian Tengah, Banyuasin bagian Selatan, Ogan Ilir bagian Tengah. mengalami sifat hujan atas normal.
“Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut menunjukkan bahwa sebagian Sumatera Selatan mengalami Hari Tanpa Hujan dengan kategori sangat pendek (1-5 hari) sampai dengan pemutakhiran data. Sementara lainnya mengalami hari tanpa hujan dengan kategori pendek (6-10 hari) dan menengah (11-20 hari),” terang dia.
HTH terpanjang 11 hari terukur pada pos hujan Pangkalan Balai 2, Kab. Banyuasin.
Adapun untuk kondisi dinamika atmosfir dilaporkan, hasil monitoring pada dasarian II Februari 2026 menunjukkan bahwa indeks IOD masih konsisten pada fase Netral (+0.41) dan diprediksi akan berlanjut hingga pertengahan tahun 2026. Indeks ENSO dasarian sebesar -0.27 menunjukkan mulai meluruhnya fenomena La Nina Lemah menuju kondisi Netral. Fase Netral diprediksi mulai Februari–Maret 2026 dan bertahan hingga pertengahan tahun 2026.
Aliran massa udara di sebagian besar wilayah Indonesia didominasi angin baratan. Belokan angin diprediksi di sekitar Sumatera, Kalimantan, dan Maluku Utara.
Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprediksi berpeluang lebih dari 80% terjadi curah hujan menengah (51-150 mm). Wilayah Empat Lawang, Lahat bagian barat, dan Pagar Alam diprediksi berpeluang lebih dari 70% mengalami curah hujan rendah (0-50 mm). Sementara itu, wilayah Palembang bagian timur, Banyuasin bagian selatan, Ogan Ilir bagian timur, dan OKI bagian barat diprediksi berpeluang hingga 30% mengalami curah hujan ntinggi (151-300 mm). (*)

