Industri Teknologi dan Media Kini jadi Sasaran Favorit Hacker

Ilustrasi hacker. (Freepik)

JAKARTA - Ensign InfoSecurity, penyedia solusi keamanan siber di kawasan Asia, meyoroti bahwa industri teknologi, media, dan telekomunikasi kini menjadi sasaran favorit para hacker. 

Ensign InfoSecurity telah mengeluarkan Laporan Lanskap Ancaman Siber 2024. Laporan ini memberikan wawasan mendalam tentang tren dan prospek keamanan siber di enam kawasan Asia Pasifik: Indonesia, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Australia, dan Wilayah Tiongkok Raya.

Dalam laporan tersebut, Ensign InfoSecurity menyoroti bahwa industri Teknologi, Media, dan Telekomunikasi (TMT) menjadi sasaran utama serangan siber pada tahun 2023.

Baca Juga:

Hal ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dibandingkan tahun 2022, di mana sektor publik, jasa keuangan, dan sektor komersial menjadi target utama. 

Di tahun 2023, sektor TMT mencatat persentase serangan tertinggi, yaitu 14,1%, diikuti oleh jasa keuangan dengan 14%, dan sektor publik dengan 12%.

Laporan tersebut juga mengidentifikasi bahwa sektor Energi dan Manufaktur turut menjadi sasaran signifikan, dengan masing-masing mencatat persentase 8,3% dan 8% dari total insiden siber yang diamati. 

Secara keseluruhan, sektor-sektor ini—TMT, energi, dan manufaktur—mewakili lebih dari 30% dari seluruh organisasi yang terdampak serangan siber pada tahun 2023.

Ensign InfoSecurity mencatat bahwa serangan siber dengan tujuan tebusan (ransom) merupakan jenis ancaman yang paling dominan. 

Beberapa faktor yang membuat sektor TMT rentan terhadap serangan siber antara lain: integrasi perusahaan TMT dengan aktivitas bisnis digital yang mengelola data sensitif, peran penting perusahaan rintisan berbasis teknologi dalam ekonomi dan aktivitas Initial Public Offering (IPO), serta arus investasi teknologi yang masuk ke Indonesia yang menarik perhatian pelaku ancaman siber yang ingin meraup keuntungan finansial melalui pencurian data dan spionase.

Perubahan peringkat sektor yang paling banyak disasar pada tahun 2023 menunjukkan adanya dinamika dalam lanskap ancaman siber. Jika dibandingkan dengan tahun 2022, terdapat perubahan signifikan dalam sektor yang menjadi target utama serangan. Berikut peringkat sektor yang paling banyak disasar pada tahun 2023:

Peringkat 2023:

  1. Teknologi, Media dan Telekomunikasi: 14,1%
  2. Jasa Keuangan: 14%
  3. Sektor Publik: 12%
  4. Energi: 8,3%
  5. Manufaktur: 8%

Laporan ini juga mencatat bahwa tujuan utama dari serangan siber di Indonesia pada umumnya adalah untuk mendapatkan tebusan (42%).

Semua serangan ini terpantau di Indonesia, di mana penyerang berusaha memeras uang dari organisasi korban setelah serangan terjadi. 

Hal ini mencerminkan peningkatan ancaman ransomware secara global terhadap sektor korporat. Laporan ini juga menyertakan analisis mendalam tentang bagaimana para penyerang beroperasi dan taktik baru yang mereka gunakan, seperti "pemerasan ganda" atau "pemerasan berlapis". 

Baca Juga:

Selain tebusan, laporan tersebut juga menyoroti penjualan kredensial dan akses awal yang dicuri (38%) serta penjualan data curian (8%) di pasar gelap web.

Adithya Nugraputra, Head of Consulting Ensign InfoSecurity mengatakan, para peretas pada umumnya akan lebih berminat untuk melakukan serangan siber terhadap sektor yang tengah menjadi fokus utama dalam pembangunan ekonomi di suatu negara.

“Berhubung di Indonesia saat ini tengah ada upaya besar-besaran dari pemerintah untuk digitalisasi, makanya sektor digital, termasuk media dan telekomunikasi, menjadi sasaran utama,” kata Adithya dalam acara diskusi bersama media di Jakarta, Rabu, 15 Mei 2024.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Idham Nur Indrajaya pada 15 May 2024 

Bagikan

Related Stories