Intip Yuk 5 Tips Zero Waste saat Wisata Kuliner

Wanita sedang menikmati sushi di tempat. (freepik.com/pvproductions)

JAKARTA  – Traveling bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, menawarkan budaya, kuliner, dan petualangan baru. Namun, hal itu juga dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan, seperti food waste.

Mempelajari cara menghindari food waste saat wisata kuliner atau bepergian tidak hanya baik untuk lingkungan tetapi juga bermanfaat bagi dompetmu. Memang, saat wisata kuliner kita ingin membeli ini itu, selain memanjakan lidah, kuliner adalah hal wajib yang dicoba saat liburan meski hanya di warung pinggir jalan maupun warteg.

Jika kamu sedang bepergian atau kulineran dan tidak ingin membuang makanan, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk memastikan makanan tersebut sampai ke perut, dan bukan ke tempat sampah.

Baca juga:

Tips Zero Waste saat Wisata Kuliner

Berikut cara kurangi limbah makanan saat wisata kuliner:

1. Dine in atau Makan di Tempat

Sekelompok remaja sedang menikmati makanan di tempat atau dine in. (freepik.com/senivpetro)

Makan di tempat atau dine in dianggap lebih ramah lingkungan karena dapat menekan jumlah sampah kemasan, seperti plastik dan kertas. Sebaliknya, memilih take away biasanya menghasilkan lebih banyak sampah, mulai dari gelas dan sedotan plastik, wadah styrofoam, hingga peralatan makan sekali pakai seperti sendok dan garpu plastik.

Oleh karena itu, saat makan di tempat sebaiknya menolak penggunaan peralatan makan sekali pakai, meskipun terbuat dari bahan yang diklaim ramah lingkungan seperti sumpit bambu atau gelas kertas. Prinsip zero waste bertujuan untuk meminimalkan berbagai jenis sampah, terutama barang-barang yang hanya digunakan satu kali.

2. Berbagi Makanan

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi pemborosan makanan adalah dengan berbagi menu utama bersama teman perjalanan. Jika setelah makan masih merasa lapar, mereka memilih membeli camilan manis sebagai penutup.

Cara ini terbukti membantu mengurangi sisa makanan. Selain itu, mereka juga tidak merasa terlalu kenyang karena tidak memaksakan diri menghabiskan makanan saat sudah merasa cukup.

3. Bawa Tisu Kain atau Sapu Tangan Saku

Tempat makan atau restoran umumnya menyediakan tisu di setiap meja untuk membantu pelanggan membersihkan sisa makanan di sekitar mulut. Tapi, penggunaan tisu sekali pakai sebenarnya kurang ramah lingkungan. Meski mudah terurai, tisu berdampak negatif terhadap lingkungan karena diproduksi dari bubur kertas yang berasal dari penebangan ratusan pohon.

Barang apa pun yang hanya digunakan sekali lalu dibuang tidak termasuk ramah lingkungan. Maka, bawalah sapu tangan di saku. Sapu tangan atau tisu kain dapat digunakan untuk membersihkan noda dan bisa dicuci kembali untuk digunakan berulang kali.

4. Bawa Peralatan Makan dan Minum Sendiri

Botol minum tumbler dan kotak makan merupakan perlengkapan penting yang sebaiknya dibawa saat kulineran. Jika ingin membungkus makanan atau membeli minuman dingin, gunakanlah wadah tersebut. Penggunaan tumbler dan kotak makan sangat efektif untuk mengurangi ketergantungan pada barang sekali pakai, khususnya yang berbahan plastik dan kertas.

Misalnya sedotan, sedotan adalah plastik sekali pakai yang hampir tidak memiliki kegunaan. Sebagian besar sedotan plastik tidak dapat terurai secara alami dan berakhir di perairan kita yang pada akhirnya mencemari hewan, tumbuhan, manusia, dan lingkungan. Jangan lupa juga untuk membawa peralatan makan lainnya seperti sedotan, garpu, sendok, dan sumpit.

5. Bawa Setengahnya untuk Dibawa Pulang

Jika kamu tahu tidak akan menghabiskan porsi besar, mintalah pelayan untuk setengah makanan sebelum disajikan membungkus di kota makan yang kamu bawa. Ini memungkinkan kamu untuk menghabiskan makanan di piring dan dengan mudah membawa sisanya untuk dibawa pulang. Jika ada kulkas di kamar hotel, kamu dapat dengan mudah memakan makanan itu nanti.

6. Pesanlah Sesuai Porsi

 

Menurut laporan dari National Restaurant Association, Grocery Manufacturers Association, dan Food Marketing Institute, rata-rata setengah pon limbah makanan dihasilkan untuk setiap hidangan yang dipesan di restoran, baik dari sisa makanan di piring maupun saat memasak di dapur.

Hal selanjutnya yang bisa kamu coba adalah memesan porsi setengah saat makan di luar. Beberapa restoran cukup fleksibel dan mengizinkan tamu untuk memesan porsi lebih kecil. Jika kita secara sadar memesan makanan berdasarkan kapasitas konsumsi kita, kita dapat menghindari pemborosan yang tidak perlu dari makanan kita.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 01 Feb 2026 

Bagikan

Related Stories