Investor Tetap Harus Waspada, Bitcoin Kembali Merangkak Naik setelah Koreksi

Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)

JAKARTA - Tanggal 7 Maret 2024, Bitcoin, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, menunjukkan kekuatan baru setelah mengalami koreksi sementara dari level tertinggi sepanjang masa (All-Time-High). 

Menurut Coin Market Cap, Kamis, 7 Maret 2024 pukul 15.45 WIB, Bitcoin berada pada level US$66.869 atau setara dengan Rp 1,05 miliar dalam asumsi kurs Rp15.723 per-dolar Amerika Serikat (AS), mengalami kenaikan sebesar 6,77% dalam satu minggu.

Menanggapi situasi ini, Robby, Chief Compliance Officer (CCO) PT Rekeningku Dotcom (Reku) dan Ketua Umum Aspakrindo-ABI, mengatakan bahwa reli Bitcoin ini disambut dengan peningkatan euforia di kalangan investor, trader, dan masyarakat umum. 

“Berdasarkan diskusi Reku dengan para pengguna, mereka sangat antusias karena harga Bitcoin yang telah menyentuh di atas Rp1 Miliar. Potensi meningkatnya harga di kemudian hari juga masih terbuka. Artinya, para holders Bitcoin saat ini tengah menikmati kenaikan harga ini serta menantikan Bitcoin mencetak All Time High (ATH) terbaru,” ungkap Robby kepada TrenAsia, Jumat, 7 Maret 2024.

Baca juga:

Bukan hanya investor dan trader yang terpengaruh, minat masyarakat umum terhadap aset kripto juga meningkat seiring lonjakan harga Bitcoin. 

Robby menyampaikan, performa Bitcoin tidak bisa diabaikan dan menjadi topik pembicaraan di masyarakat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. 

Momentum ini bahkan dapat menjadi titik awal bagi investor baru untuk memasuki dunia aset kripto. Ini menunjukkan bahwa aset kripto tidak hanya menjadi pelengkap tetapi juga pilihan diversifikasi investasi.

“Reku berharap investor dan calon investor bisa mengambil keputusan dengan cermat dan bijak. Hindari terburu-buru dan Fear of Missing Out (FOMO). Lakukan riset terlebih dahulu agar mengetahui kegunaan sebuah koin, tim pengembang, proyek, serta use case-nya,”

Untuk membantu investor mempertimbangkan keputusan berinvestasi, Robby mengatakan bahwa Reku juga terus menyediakan analisis pasar yang dikemas dengan bahasa sederhana dan diperbarui setiap harinya. 

Sementara itu, Tirta Karma Sanjaya, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, menegaskan bahwa di tengah tren bullish ini, masyarakat perlu memastikan berinvestasi di platform yang aman dan terdaftar di Bappebti. 

Menurut Tirta, hal tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap transaksi dan investasi dilakukan oleh masyarakat terlindungi oleh regulasi. 

Bappebti juga melakukan pengawasan menyeluruh terhadap platform yang terdaftar, mulai dari aset kripto utilitas (utility crypto) hingga aset kripto beragun aset (Crypto Backed Asset), dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang ditetapkan oleh Bappebti.

“Namun apabila masyarakat melakukan transaksi kripto di luar platform yang terdaftar di Bappebti, maka sangat disayangkan sebab perlindungan tersebut tidak didapatkan,” ungkap Tirta dikutip dari keterangan resmi, Kamis, 7 Maret 2024. 

Dengan berinvestasi di platform yang terdaftar di Bappebti, Tirta berharap momentum bullish ini dapat meningkatkan jumlah investor dan transaksi kripto di Indonesia.

Disampaikan oleh Tirta, kripto telah melewati masa bearish, dan optimisme masyarakat menjelang Bitcoin Halving juga meningkat. Jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 18,83 juta orang pada bulan Januari lalu.

“Kami optimis angka ini bisa meningkat seiring dengan perkembangan positif di pasar kripto. Tentunya kami terus menghimbau masyarakat untuk tetap berinvestasi di platform yang aman dan terdaftar di Bappebti,” papar Tirta.

Direktur Utama PT Bursa Komoditi Nusantara (CFX), Subani, juga menyampaikan optimisme terhadap ekosistem industri kripto saat ini. 

Subni mengatakan, lembaga Self-Regulatory Organizations (SRO) telah melengkapi ekosistem industri kripto. CFX, sebagai lembaga yang memastikan setiap transaksi aman dan tercatat di bursa, bersama PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), menciptakan lingkungan yang aman dan teratur untuk aset kripto. 

“Kehadiran SRO yang lengkap ini juga menunjukkan kesiapan pemerintah dalam melindungi investor serta merespon tingginya minat masyarakat terhadap aset kripto. Dengan sudah terintegrasinya Reku dengan ketiga lembaga SRO ini, ini juga menunjukkan Reku sangat cepat dan sudah siap dalam merespon periode bullish ini,” tutur Subani.

Menurut Subani, per Februari 2024, terdapat 32 Calon Anggota Bursa, terdiri dari 29 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) dan 3 Non-CPFAK, yang mendaftar pada tahun 2023. 

Subani menegaskan bahwa pihaknya bersama kedua lembaga SRO lainnya berkomitmen untuk memastikan pengawasan terhadap CPFAK yang terdaftar, demi memberikan kenyamanan dalam berinvestasi. 

 

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Idham Nur Indrajaya pada 07 Mar 2024 

Bagikan

Related Stories