KabarKito
ITS NU Sriwijaya Yudisium Sarjana Teknik Sipil
PALEMBANG, WongKito.co – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Sriwijaya Sumatera Selatan) menggelar Yudisium ke-2 Program Studi Teknik Sipil di kampus ITS NU Sriwijaya, Palembang, Senin (31/8/2026).
Dalam prosesi tersebut, sebanyak tujuh mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan menyandang gelar Sarjana Teknik (S.T.).
Yudisium berlangsung khidmat dan penuh haru. Prosesi pengukuhan serta penyerahan berkas kelulusan oleh senat kampus berlangsung dalam suasana intim dan kekeluargaan, disaksikan langsung oleh orang tua para lulusan.
Baca Juga:
- Sumsel Raih Financial Literacy Award 2026 lewat Sultan Muda
- Harga Beras Makin Mahal, Petani Kekeringan
- Baca BERIZIK, Membaca Kim Ji-Yeong, Bongkar Patriarki Korsel hingga Indonesia
Acara tersebut dihadiri Rektor ITS NU Sriwijaya Prof. Dr. H. Zainal Berlian, S.H., M.M., DBA., Wakil Rektor I Prof. Dr. RR. Rina Antasari, S.H., M.Hum., serta Wakil Rektor II Dr. Drs. H. Jumari Iswadi, M.M.
Yudisium juga mendapat dukungan dari jajaran Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Kehadiran perwakilan pimpinan UIN Raden Fatah menjadi bagian dari penguatan sinergi antarperguruan tinggi Islam di Sumatera Selatan.
Rektor ITS NU Sriwijaya Prof. Dr. H. Zainal Berlian mengatakan, tujuh lulusan baru Teknik Sipil tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang teknologi dan infrastruktur.

Menurutnya, gelar sarjana bukan menjadi akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.
“Kehadiran ketujuh sarjana baru dari Teknik Sipil ini adalah bukti nyata komitmen kita dalam mencetak kader NU yang menguasai teknologi dan infrastruktur. Di era digital ini, gelar sarjana bukanlah akhir, melainkan awal tanggung jawab moral,” ujar Zainal.
Ia berpesan agar para lulusan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, serta karakter Ahlussunnah wal Jama'ah dalam menjalani kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.
Zainal juga berharap para lulusan tidak berhenti pada jenjang sarjana dan dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat magister.
Sementara itu, salah satu yudisiawati, Nopia Sari, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan di Program Studi Teknik Sipil ITS NU Sriwijaya.
Baca Juga:
- Berkaca dari Kasus Unsoed: Bom Waktu Akses Pendidikan Tinggi
- Pemblokiran Rekening Warga Pati Diminta Transparan dan Akuntabel
- Karhutla Sumsel Berulang, WALHI dan SP Soroti Lemahnya Pengawasan Korporasi
Menurutnya, proses pendidikan yang dilalui bersama enam mahasiswa lainnya menciptakan ikatan kekeluargaan yang kuat antara mahasiswa dan dosen.
“Alhamdulillah perjuangan kuliah Teknik Sipil yang melelahkan ini akhirnya terbayar lunas. Kebersamaan kami yang hanya bertujuh membuat momen kelulusan ini terasa sangat sakral dan kekeluargaan dengan dosen pun terasa sangat erat,” kata Nopia.
Yudisium ke-2 Program Studi Teknik Sipil ITS NU Sriwijaya ditutup dengan sesi foto bersama jajaran pimpinan kampus, tamu undangan, dan tujuh lulusan baru.
Ketujuh Sarjana Teknik tersebut selanjutnya diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan serta berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dan masyarakat, khususnya di Sumatera Selatan.(Senia Aprinia Sari)

