Ragam
Kedokteran Unsri Jajaki Peluang Riset bersama LUMC Belanda
BELANDA, WongKito.co - Guna memperkuat jejaring internasional di bidang pendidikan dan penelitian kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) menyelenggarakan pertemuan hybrid perdana dengan Leiden University Medical Centre (LUMC), Selasa (3/3/2026).
Perwakilan Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni Unsri, Prof. Dr. Ir. Filli Pratama, M.Sc, (Hons). Ph.D. menjelaskan kegiatan ini dirancang sebagai forum strategis untuk mempertemukan pimpinan dan akademisi kedua institusi guna menjajaki peluang kolaborasi riset, pengembangan jejaring global, serta potensi kerja sama jangka panjang.
Sementara Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi Unsri, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD-KR, M.Kes mempresentasikan profil Universitas Sriwijaya. Beliau sekaligus menawarkan berbagai inisiatif seperti kolaborasi penelitian, pertukaran mahasiswa (student exchange) baik inbound maupun outbound, penjajakan pelatihan bagi peneliti muda di LUMC, hingga menanyakan peluang riset spesifik terkait stem cell.
Baca Juga:
- BI Perkuat Stabilitas Harga melalui Operasi Pasar Murah Ramadan
- Pengesahan RUU PPRT Tertunda 22 Tahun, Komitmen DPR Dipertanyakan
- Harmony Royale, Hampers Ramadan Mewah Aryaduta Palembang
Menyambut presentasi perwakilan Unsri, Suze Kruisheer, MA selaku Lead LUMC Global turut memaparkan profil LUMC dan menjelaskan kolaborasi akademik serta penelitian bersama, dan peneliti LUMC yang sudah ada dengan berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sesi diskusi yang dipandu oleh Prof. Dr. dr. Ramzi Amin, Sp.M. bersama Suze Kruisheer, MA, , berlangsung sangat interaktif dengan sejumlah pertanyaan dari para akademisi. Dr Ayeshah, Ph.D. secara khusus menanyakan ketersediaan kontak di LUMC apabila terdapat peluang riset bersama, sekaligus mengeksplorasi kemungkinan riset di bidang-bidang lainnya.
Selain itu, Prof. Dr. dr. Ramzi Amin, Sp.M. menanyakan peluang riset di bidang mata, dan Mutia Nadra turut menanyakan peluang program pre-doktoral di LUMC bagi civitas akademika. Menutup sesi diskusi tersebut, Najmah, S.K.M., M.P.H., Ph.D. yang hadir secara offline di LUMC menyampaikan harapannya agar Suze Kruisheer bersedia menjadi penyambung atau narahubung utama bagi kegiatan pre-doktoral maupun joint research di Leiden University.
Suze menjelaskan bahwa LUMC telah memiliki jejak rekam proyek di Indonesia, seperti penelitian kanker serviks, sehingga akan lebih mudah mengkoneksikan peneliti Unsri dengan pakar di LUMC.
Baca Juga:
- Intip Yuk 6 Drakor Terbaru dengan Rating Tinggi
- Cek 6 Drama Korea Terbaru Tayang di Bulan Maret 2026
- Wali Murid SD di Palembang Pertanyakan Alasan MBG Distop
Ke depannya, pertemuan perdana ini diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung yang solid untuk merealisasikan berbagai program kegiatan antara kampus Unsri dan Leiden University. Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD-KR, M.Kes. menambahkan harapannya agar inisiatif riset antara FK Unsri dan LUMC dapat semakin terkoneksi secara nyata, serta membuka peluang bagi delegasi FK Unsri untuk dapat berkunjung dan bersilaturahmi secara langsung ke LUMC guna menjalin kerja sama lebih lanjut.
Abu Kosim, SE, MM (Ak) dari Unsri menutup kegiatan tersebut dengan berharap pertemuan ini dapat membuka peluang-peluang ke depan untuk dosen dan mahasiswa menuju Unsri Global. Melalui langkah proaktif ini, diharapkan terbangun fondasi kolaborasi yang berkelanjutan untuk memajukan pendidikan serta inovasi kesehatan di tingkat global dan mendukung visi Unsri menuju World Class University.(*)

