BucuKito
Kisah Pempek Edy: Berawal dari Jualan Keliling
KAWASAN Kampung Pempek 26 Ilir dikenal sebagai salah satu pusat kuliner khas di Kota Palembang. Di kawasan ini, ada belasan kedai pempek yang menawarkan makanan tradisional yang sudah terkenal hingga ke berbagai daerah hingga manca negara. Salah satu tempat yang cukup dikenal oleh masyarakat maupun wisatawan adalah Pempek Edy.
Suasana di toko Pempek Edy terlihat ramai oleh pengunjung. Banyak pembeli datang silih berganti untuk menikmati pempek maupun membeli sebagai oleh-oleh. Tidak hanya warga lokal, sejumlah wisatawan dari luar kota juga tampak singgah untuk mencicipi kuliner khas Palembang tersebut.
Menurut Amir, salah satu karyawan di Pempek Edy, usaha ini telah berdiri sejak tahun 2016. Ia menceritakan bahwa usaha ini memiliki perjalanan yang cukup panjang sebelum menjadi toko yang dikenal seperti sekarang.
“Siapa sangka usaha ini dimulai dari jualan keliling dan bisa sampai buka toko sebesar ini, dan sekarang jadi tujuan kuliner banyak orang,” ujar Amir salah satu karyawan, belum lama ini.
Baca Juga:
- Rumah Limas: dari Warisan Budaya ke Destinasi Wisata
- Wyndham Opi Hotel Palembang Sambut Lebaran 2026 dengan Promo Spesial
- Cinema XXI Catat Pendapatan Rp5,9 Triliun di 2025
Berawal dari berjualan keliling di sekitar kota, usaha pempek ini perlahan berkembang karena banyak pelanggan yang menyukai rasanya. Seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya pelanggan, pemilik usaha akhirnya membuka toko tetap di kawasan Kampung Pempek 26 Ilir agar lebih mudah dijangkau oleh pembeli.
Pempek Edy menawarkan berbagai jenis menu dengan harga yang cukup terjangkau bagi semua kalangan. Selain beragam varian pempek, seperti pempek lenjer, telur, adaan dan kulit, ada juga otak-otak yang dijual mulai dari Rp3.000 per buah.
Selain pempek dan otak-otak, tempat ini juga memiliki menu lain yang tidak kalah diminati, yaitu mi celor. Menu ini bahkan menjadi salah satu best seller di Pempek Edy. Dengan harga Rp20.000 per porsi, pengunjung sudah bisa menikmati mi celor dengan porsi yang cukup besar atau jumbo.
Banyak pengunjung mengaku menyukai mi celor di tempat ini karena rasanya yang gurih dan isinya yang memuaskan. Hal tersebut membuat menu ini sering menjadi pilihan bagi pelanggan yang datang untuk makan langsung di tempat.
Praktis jadi Oleh-Oleh
Tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, Pempek Edy juga sering dikunjungi wisatawan dari luar daerah yang datang ke Palembang. Mereka biasanya menyempatkan diri untuk datang ke Kampung Pempek 26 Ilir guna mencicipi kuliner khas daerah sekaligus membeli pempek sebagai oleh-oleh.
Menjelang hari raya seperti Idul Fitri, jumlah pembeli di Pempek Edy biasanya meningkat cukup signifikan. Banyak orang membeli pempek dalam jumlah besar untuk dibawa pulang ke kampung halaman atau diberikan kepada keluarga dan kerabat.
Untuk memudahkan pembeli yang ingin membawa pempek ke luar daerah, Pempek Edy juga sudah menggunakan sistem pengemasan vakum. Dengan metode tersebut, pempek dapat bertahan lebih lama dan aman dibawa dalam perjalanan jauh, bahkan hingga ke luar Pulau Sumatera.
Baca Juga:
- Cek 6 Drama Korea Terbaru Tayang di Bulan Maret 2026
- Wali Murid SD di Palembang Pertanyakan Alasan MBG Distop
- Dari Keluarga Ulama, Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak wisatawan memilih membeli pempek di tempat ini. Selain rasanya yang khas dan harga yang terjangkau, kemasan vakum juga membuat pempek lebih praktis dijadikan oleh-oleh.
Dengan perjalanan usaha yang dimulai dari berjualan keliling hingga kini memiliki toko yang cukup ramai dikunjungi, Pempek Edy menjadi salah satu contoh usaha kuliner lokal yang berkembang berkat konsistensi rasa dan kepercayaan pelanggan.
Hingga saat ini, Pempek Edy tetap menjadi salah satu destinasi kuliner yang banyak direkomendasikan bagi siapa saja yang berkunjung ke Palembang dan ingin menikmati cita rasa autentik pempek khas daerah tersebut.(Magang/Luthfiah Revalina)

