BucuKito
KKN UIN Raden Fatah Ajak Siswa SD Lawan Bullying
PRABUMULIH, WongKito.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-85 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar edukasi pencegahan bullying bagi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 63 Prabumulih, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Desa Karang Bindu, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Kelompok 51 dan 52 tersebut mengusung tema Gerakan Melawan Bullying Anak Sekolah (GEMAS) sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan sejak usia dini.
Sebanyak 48 siswa kelas IV, V, dan VI mengikuti sosialisasi yang berlangsung di Perpustakaan SDN 63 Prabumulih mulai pukul 09.30 WIB. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, simulasi, dan sesi tanya jawab agar siswa lebih mudah memahami bentuk-bentuk bullying serta cara mencegahnya.
Siswa Diajak Mengenali Bentuk Bullying
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, hingga contoh perilaku yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.
Baca Juga:
- BRI Salurkan KUR Perumahan Rp10,6 Triliun, Lampaui Target Unit Pemerintah
- FJPI dan Hukumonline Perkuat Literasi Hukum Jurnalis
- WCC Palembang Edukasi Kesehatan Menstruasi Lewat Pembalut Kain Cindo-Pads
Peserta juga diajak membedakan bullying verbal dan bullying fisik melalui praktik sederhana sehingga lebih mudah mengenali tindakan yang termasuk perundungan.
Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk menghentikan perilaku bullying sekaligus menciptakan budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
Pentingnya Edukasi Sejak Sekolah Dasar
Wali Kelas V SDN 63 Prabumulih, Isma Surya, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi memberikan pengetahuan baru kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying dan dampaknya.
"Bagus itu, jadi menambah pengetahuan anak-anak. Biar mereka tahu apa itu bullying dan jenis-jenisnya. Apalagi tadi sempat dipraktikkan, jadi anak-anak tahu yang verbal mana, fisik mana," ujarnya.
Ia menambahkan, materi mengenai bullying mulai dikenalkan kepada siswa sejak kelas V. Namun, edukasi seperti ini tetap penting sebagai pengingat agar siswa memahami penyebab dan dampak perundungan.
"Anak-anak mulai belajar tentang bullying itu di kelas 5. Anak-anak kelas 6 sudah paham, tetapi pasti ada yang lupa. Jadi sosialisasi ini sangat bagus karena membantu mengingatkan kembali sebab dan akibat bullying," katanya.
Menurut Isma, kegiatan serupa juga menjadi pengalaman baru karena sebelumnya belum pernah ada sosialisasi tentang pencegahan bullying yang dilaksanakan di desa tersebut.
Bullying Berdampak pada Tumbuh Kembang Anak
Bullying atau perundungan merupakan tindakan menyakiti orang lain secara sengaja dan berulang, baik melalui kekerasan fisik, ucapan, maupun tindakan yang bersifat mengintimidasi.
Baca Juga:
- Ribut-Ribut Pikap Kopdes Merah Putih, di Sumsel Truk yang Datang
- MBG Kembali, Harga Ayam Mahal Lagi
- LPDS Luncurkan e-Learning UKW dan Buku Tokoh Perempuan Pers Indonesia
Perundungan tidak hanya menyebabkan luka fisik, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental anak, seperti menurunnya rasa percaya diri, kecemasan, stres, hingga terganggunya proses belajar.
Karena itu, pencegahan bullying memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, guru, hingga teman sebaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Kegiatan GEMAS ditutup pukul 11.00 WIB. Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah berharap edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menghargai sesama serta mendorong terwujudnya sekolah yang bebas dari bullying.(*)

