Mengenal Tarida Gitaputri: Mengawal Gerakan Perempuan Berpengaruh

Kini, sebagai bagian dari jaringan global Plan International, Gita berperan sebagai Global Youth Ambassador dan Project Coordinator EcoVibes.  (ist/pestamedia.id)

Tarida Gitaputri patut menjadi sosok inspiratif kaum muda yang mendalami isu krisis iklim. Sebagai Global Youth Ambassador Plan International, Gita, panggilan akrabnya hadir dalam diskusi publik yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bekerja sama dengan Plan Indonesia dalam rangkaian Pesta Media, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (12/04/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Gita menegaskan bahwa dalam setiap bencana, anak-anak dan kaum muda hampir selalu menjadi kelompok paling terdampak, tetapi tetap tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. “Ketika anak muda protes, selalu ditanya ‘kamu siapa’. Padahal kami hanya ingin didengar dan dilibatkan,” ujarnya.

Dia menilai, pembahasan isu lingkungan dan krisis iklim tidak bisa dilepaskan dari kesadaran kelas dan keadilan ekologis. Ia mendorong agar masyarakat sipil memperkuat aliansi untuk menuntut perubahan yang lebih inklusif.

Siapa Tarida Gitaputri?

Di usia 20 tahun, Tarida Gitaputri telah membangun rekam jejak advokasi yang berakar dari pengalaman hidupnya sendiri. Tumbuh di lingkungan yang padat dan semrawut di Jakarta Timur, ia menyaksikan langsung ketimpangan yang dihadapi anak dan perempuan muda. Ketimbang berdiam diri, Gita memilih untuk bertindak.

Perjalanannya dimulai dari kampus. Gita adalah mahasiswa Universitas Indonesia. Semasa kuliah, ia memimpin program pendidikan dan pengembangan karakter bagi anak-anak di permukiman informal. Ia mengajarkan kesetaraan gender, kesehatan reproduksi komprehensif, serta keterampilan hidup yang relevan bagi masa depan mereka. 

Gita aktif terjun dalam berbagai program. Ia pernah menjadi bagian dari inisiatif kampanye lingkungan, seperti Biru Voices. Program ini berfokus pada perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan pengendalian lingkungan. 

Gita juga berpartisipasi dalam program kolaborasi pemuda Indonesia–Korea. Program itu melatihnya untuk dapat menunjukkan kapasitas dalam dialog global dan kerja lintas budaya. Pada 2025 hingga 2026, ia menjadi peserta terpilih Awardee of Young Leaders for Indonesia by McKinsey&Company.   

Komitmen Gita berkembang menjadi berbagai inisiatif komunitas untuk mencegah kekerasan di sekolah dan lingkungan sekitar, dengan dampak yang telah menjangkau lebih dari 500 penerima manfaat. Kini, sebagai bagian dari jaringan global Plan International, Gita berperan sebagai Global Youth Ambassador dan Project Coordinator EcoVibes. 

Tugas Gita adalah melatih pemimpin muda, terutama perempuan, dalam untuk berperan mengawal isu-isu iklim berbasis keadilan gender. Di komunitas itu, Gita menggabungkan pembelajaran, mentoring, inovasi komunitas, dan advokasi global untuk mendorong anak muda untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi memimpin gerakan perubahan. 

Dalam kapasitasnya sebagai Indonesia Representative, ia membopong perspektif lokal Indonesia ke forum regional/global dan terlibat dalam advokasi kebijakan dan kampanye digital. Selain kerja lapangan, Gita aktif dalam riset bersama Indonesian Institute of Education Reform dan terlibat dalam forum internasional seperti Model United Nations. 

Gita menghubungkan realitas lokal dengan percakapan global serta memastikan suara anak muda untuk tidak hanya hadir, tapi juga berpengaruh. Ia punya mimpi mengawal gerakan agar perempuan punya pengaruh di panggung dunia. (*)

Sumber: Pesta Media AJI Jakarta

Editor: Redaksi Wongkito
Bagikan
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories