BucuKito
Hoaks jadi Pemicu Perdagangan Belasan Perempuan ke Muba
PALEMBANG, WongKito.co - Setidaknya ada 14 perempuan asal Jawa Barat menjadi korban perdagangan manusia atau human trafficking di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Korban perdagangan manusia tersebut, awalnya mendapat informasi bohong atau hoaks terkait lowongan kerja di restoran.
“Kami lagi menangani kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang yang terjadi di kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tepatnya di sungai lilin, orang Bandung yang mendapatkan informasi untuk bekerja di restoran, ternyata disana mereka dipekerjakan sebagai Perempuan Seks Pekerja (PSP),” kata Direktur WCC Palembang, Yesi Aryanti, pekan lalu kepada mahasiswa KKN terintegrasi Magang MBKM UIN Raden Fatah Palembang di WongKito.co.
Menurut dia sebanyak 14 korban TPPO tersebut awalnya mendapatkan informasi lowongan kerja di restoran.
Baca Juga:
- Dukung Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Kembali Gelar Management Talk
- Sumsel Kembali di Ambang Krisis Asap: El Nino dan Lemahnya Mitigasi Karhutla
- BRI Kolaborasi di Clash of Legends 2026, Hadirkan Nilai Tambah Nasabah
Namun, saat sampai di Sungai Lilin, dipekerjakan sebagai PSP, tambah dia.
Dia menjelaskan kasus tersebut terungkap Ketika salah seorang korban berhasil melarikan diri, dan menghubungi kontak mereka di Bandung.
"Kami mendapat rujukan dari organisasi sekawan dari Bandung, untuk menangani kasus perdagangan perempuan tersebut," kata dia lagi.
Yesi mengungkapkan aksi cepat jejaring, organisasi perempuan, dinas terkait dan didukung apparat penegak hukum, kini korban TPPO berhasil diselamatan dan berada di rumah aman.
Kekinian, setelah dilakukan penanganan optimal terhadap korban, yang juga diantaranya usia anak akan dipulangkan ke keluarga mereka di Jawa Barat, ungkap dia.
Baca Juga:
- UU PPRT jadi Kado Hari Kartini untuk Para Pekerja Rumah Tangga
- OJK Resmikan Sultan Muda Xpora 2026, Dukung Anak Muda Wirausaha
- Banjir di Kawasan KM 9, Hambat Aktivitas Warga
Sementara Mahasiswa Magang Terintegrasi KKN Luthfiah Revalina menanggapi kasus human trafficking karena terpapar dari link atau informasi yang hoaks mengatakan memastikan mendapatkan informasi yang valid termasuk dalam hal lowongan pekerjaan sangat penting.
"Saat ini, hoaks menyebar secara masif, karena itu kita harus terus waspada dan jangan mudah percaya, pastikan setiap informasi sudah dicek kebenarannya minimal dengan mengecek berulang kali, sehingga tidak terpapar hoaks," kata dia.(Magang/Tanya Zalzalbilla)

